Prabowo Sebut Danantara Kelola Aset Rp16.000 Triliun, Terbesar ke-6 Dunia!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund (SWF) bernama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara yang disebut menjadi salah satu dana investasi negara terbesar di dunia.
Menurut Prabowo, Danantara saat ini mengelola total aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai 1.000 miliar dollar AS atau sekitar Rp16.000 triliun.
“Kita punya sekarang dana kedaulatan. Sovereign Wealth Fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang US$ 1.000 miliar, aset yang kita kelola,” kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Koperasi Desa Merah Putih yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo mengklaim nilai aset yang dikelola Danantara bahkan berada di atas sejumlah sovereign wealth fund negara lain seperti Qatar, Arab Saudi, dan Singapura.
“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura. Jadi boleh juga ini negara kita ya,” ujarnya.
Baca Juga: Disebut Prabowo, Banyak Negara Minta Beras dan Pupuk RI
Danantara Disiapkan Jadi Mesin Investasi Negara
Prabowo optimistis Danantara akan memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
“Kita sudah punya Danantara dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, ya, masih banyak yang muda-muda ya, ingat lihat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat,” katanya.
Danantara sendiri resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 sebagai entitas investasi negara yang mengonsolidasikan aset seluruh BUMN dalam satu pengelolaan besar.
Nilai aset yang dikelola diperkirakan mencapai sekitar 900 miliar dollar AS atau setara Rp15.000 triliun.
Secara struktural, Danantara mendapat pelimpahan kewenangan langsung dari presiden dalam pengelolaan BUMN, termasuk pengelolaan dividen, restrukturisasi, pembentukan holding investasi dan operasional, hingga pemberian pinjaman serta pengagunan aset dengan persetujuan presiden.
Undang-undang menetapkan modal awal Danantara minimal Rp1.000 triliun yang berasal dari penyertaan modal negara, termasuk dana tunai, barang milik negara, dan saham BUMN.
Sementara itu, initial funding Danantara diproyeksikan mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp326 triliun.
Dana tersebut akan difokuskan pada proyek strategis seperti energi terbarukan, industri hilir, manufaktur canggih, dan ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Surat Bocah soal Makan Bergizi Gratis Diterima Prabowo
