Iran Enggan ke Islamabad, Negosiasi Terancam Gegara Serangan Israel ke Lebanon
Sumber-sumber pemerintah Iran membantah laporan terkait kedatangan delegasi perundingan ke Islamabad, Pakistan, serta menegaskan bahwa negosiasi tidak akan dilakukan selama serangan Israel di Lebanon masih berlangsung.
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian proses gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan.
Iran tolak negosiasi selama serangan berlanjut
Media Lebanon melaporkan bahwa pejabat Iran telah menyampaikan kepada negara-negara mediator, termasuk Pakistan, bahwa Teheran tidak akan terlibat dalam perundingan selama konflik di Lebanon belum dihentikan.
Sumber tersebut juga memperingatkan bahwa upaya gencatan senjata bisa gagal jika Amerika Serikat tidak segera menekan Israel untuk menghentikan serangan.
Selain itu, Iran menegaskan bahwa Lebanon harus secara eksplisit masuk dalam setiap kesepakatan gencatan senjata.
Gencatan senjata di Lebanon bahkan disebut sebagai syarat utama bagi Iran untuk memulai negosiasi baru.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Berpesan, Tak Ingin Iran Perang dengan AS-Israel
Pakistan kecam serangan Israel
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif melontarkan kritik keras terhadap Israel atas serangan di Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil.
“Warga negara yang tidak bersalah dibunuh … pertama di Gaza, lalu Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut,” tulis Muhammad Asif.
Ia juga menyoroti kontradiksi antara upaya diplomasi dan eskalasi kekerasan yang terus terjadi.
“Sementara perundingan perdamaian sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang terjadi di Lebanon,” lanjut dia.
Posisi AS dinilai berubah dan tidak konsisten
Di sisi lain, muncul laporan bahwa sikap Amerika Serikat terkait cakupan gencatan senjata berubah, khususnya soal apakah Lebanon termasuk dalam perjanjian.
Perubahan ini disebut terjadi setelah komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Padahal sebelumnya, sejumlah mediator menyatakan bahwa gencatan senjata seharusnya berlaku di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.
Ketidakkonsistenan ini dinilai memperumit proses diplomasi dan meningkatkan ketidakpastian di kawasan.
Baca juga: Iran Nilai Gencatan Senjata Tak Masuk Akal usai AS Langgar 3 Klausul
Israel tetap lanjutkan serangan di Lebanon
Sementara itu, Israel menegaskan tidak akan menghentikan operasinya di Lebanon, meskipun proses negosiasi sedang berlangsung.
Netanyahu menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
“Saya bersikeras bahwa gencatan senjata sementara dengan Iran tidak mencakup Hizbullah, dan kami terus menyerang mereka dengan paksa,” tegas Netanyahu.
Di sisi lain, Trump mengaku telah meminta Israel untuk menurunkan intensitas serangan demi menjaga proses negosiasi.
“Saya sudah berbicara dengan Bibi dan dia akan bersikap rendah hati. Saya pikir kita harus bersikap lebih rendah hati,” kata Trump.
Namun, pernyataan yang saling bertentangan dari berbagai pihak membuat proses gencatan senjata semakin sulit dipastikan keberlanjutannya.
