2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Iran
Pemerintah Iran menjelaskan alasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), hingga kini belum dapat melintasi keluar dari Selat Hormuz.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa kedua kapal tersebut masih tertahan karena situasi di Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali normal.
Menurutnya, jalur pelayaran yang sangat vital bagi distribusi minyak dunia itu masih berada dalam kondisi sensitif akibat konflik yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, setiap kapal yang hendak melintas wajib mematuhi prosedur keamanan yang diberlakukan oleh otoritas Iran.
Baca Juga : Selat Hormuz Dibatasi 12 Kapal Per Hari oleh Iran, Tarif Tembus Rp34 Miliar
“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4) dikutip Detik News.
Ia menambahkan bahwa kapal yang hendak melintasi kawasan tersebut harus menjalani proses koordinasi, dan negosiasi dengan petugas keamanan Iran. Prosedur ini diterapkan untuk menjaga stabilitas dan keselamatan di tengah situasi konflik.
“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.
Boroujerdi menegaskan bahwa pada prinsipnya Iran tidak menutup jalur pelayaran, namun seluruh kapal tetap diwajibkan menaati aturan keamanan yang berlaku.
“Semua harus melalui protokol yang ditetapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping yang berada di kawasan Teluk Arab, masih dalam proses upaya agar dapat melintasi Selat Hormuz.
Pelaksana tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa kedua kapal tersebut, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini terus menjalani koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini pihak Kementerian Luar Negeri, masih aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait untuk memastikan kelancaran proses pelayaran.
Baca Juga : BGN Buka Suara, Dana Rp 113 Miliar untuk Bayar Event Organizer
“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangan resmi tertulis, Rabu (8/4).
Pihak PIS bersama Kementerian Luar Negeri juga terus memantau situasi terkini setiap hari, serta menyiapkan langkah-langkah teknis agar kedua kapal dapat melintas dengan aman.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” imbuhnya.
