Prabowo Klaim Swasembada Pangan RI Diakui Dunia
Presiden Prabowo Subianto memuji capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi salah satu prestasi penting pemerintahannya dan bahkan telah mendapat pengakuan dunia.
Pujian itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung MPR/DPR, Jumat (14/8/2026). Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, termasuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, Menteri Pertanian dan jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung banyak kementerian lain di dukung Pemda, didukung TNI, Polri, semuanya ini dengan semangat gotong royong telah mencapai prestasi yang diakui dunia,” kata dia.
Baca Juga : Krisis Fiskal Menghantui, Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun
Prabowo mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan pada tahun ini. Capaian tersebut mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Setelah mencapai swasembada pada delapan komoditas tersebut, pemerintah kini menargetkan sektor daging sapi.
“Saudara-saudara kita masih belum swasembada daging itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan tercapai 5 – 6 tahun ke depan,” ujarnya.
Target tersebut menunjukkan pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai kemandirian pangan secara lebih menyeluruh.
Selain pangan, Prabowo juga menyoroti upaya pemerintah mengejar swasembada energi. Salah satu program yang disebut telah mulai diwujudkan adalah penggunaan biodiesel B50.
Baca Juga : Purbaya Bakal Lapor ke BGN, Anggaran MBG Ditemukan Kekurangan
B50 merupakan bahan bakar yang mencampurkan solar dengan bahan bakar berbasis minyak kelapa sawit. Menurut Prabowo, penerapan program tersebut menjadi langkah awal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi dari produksi dalam negeri.
“Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit,” jelasnya.
Pemerintah berharap penguatan produksi pangan dan energi dalam negeri dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
