Update Utang Luar Negeri RI, Angkanya Kini Tembus Rp7.488 T
Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 mencapai 437,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp7.488 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 434,9 miliar dollar AS.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyebut pertumbuhan ULN secara tahunan juga mengalami peningkatan.
“Secara tahunan ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh 2,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7% (yoy),” ungkap Denny.
Baca Juga: Dua Tahun Era Prabowo, Biaya Haji Turun Rp7 Juta
Kenaikan didorong sektor publik
Denny menjelaskan kenaikan ULN terutama berasal dari sektor publik, khususnya bank sentral, seiring masuknya aliran modal asing ke instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Sementara itu, ULN pemerintah tercatat sebesar 215,9 miliar dollar AS atau tumbuh 5,5 persen secara tahunan.
Penggunaan utang tersebut antara lain untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan.
“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total ULN pemerintah. Sementara peningkatan ULN BI didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan oleh BI sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global,” terang Denny.
Baca Juga: Perpanjangan Gencatan Senjata Ditolak Trump, Perang Segera Berakhir?
ULN swasta menurun, struktur dinilai sehat
Di sisi lain, ULN swasta justru mengalami penurunan. Pada Februari 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar 193,7 miliar dollar AS atau turun 0,7 persen secara tahunan.
Penurunan ini terjadi pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan non-keuangan.
Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan.
“ULN swasta didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,0% terhadap total ULN swasta,” kata Denny.
Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia masih dalam kondisi sehat, tercermin dari rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) yang berada di level 29,8 persen serta dominasi utang jangka panjang.
“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” imbuh dia.

[…] Baca Juga : Update Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.448T […]