Teddy Ungkap Alasan Prabowo ke Rusia-Prancis, Soroti Kekuatan Veto PBB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan alasan di balik lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia dan Perancis dalam kunjungan luar negeri terbarunya.
Menurut dia, kedua negara tersebut memiliki pengaruh besar di dunia karena termasuk pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kekuatan ekonomi dan energi yang signifikan.
“Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah melakukan lawatan singkat selama dua hari ke dua negara adidaya dunia, yaitu Rusia dan Perancis, pada 13-14 April 2026,” ujar Teddy.
“Kedua negara tersebut merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di PBB, serta memiliki kekuatan besar di bidang ekonomi dan sumber daya energi,” sambung dia.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo terlebih dahulu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, sebelum melanjutkan perjalanan ke Paris untuk bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Baca Juga: Ini Respons Bahlil soal Rusia Siap Pasok Minyak dan LPG ke RI
Bahas kerja sama strategis di Paris
Teddy menjelaskan pertemuan antara Prabowo dan Macron berlangsung dalam suasana hangat dan produktif selama lebih dari dua jam di Istana Élysée.
“Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron berlangsung selama lebih dari dua jam di Istana Élysée, Paris,” tutur Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas.
“Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang,” ujar dia.
Hubungan personal jadi fondasi kerja sama
Selain kerja sama strategis, Teddy menilai hubungan personal antara Prabowo dan Macron turut menjadi faktor penting dalam mempererat kemitraan kedua negara.
Ia menyebut kedekatan tersebut telah terjalin sejak Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan terus berlanjut hingga kini.
“Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini,” imbuh Teddy.
Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Perancis, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Baca Juga: Di Istana Elysee, Prabowo dan Macron Bahas Alutsista-Energi
