Purbaya Sebut Muka IMF-WB Asem, Karena RI Tolak Pinjaman US$30 M
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya sempat menerima tawaran pinjaman dari World Bank dan International Monetary Fund senilai 25 miliar dollar AS hingga 30 miliar dollar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tawaran tersebut muncul dalam pertemuan Spring Meeting IMF–World Bank di Washington DC, seiring meningkatnya tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca Juga: Sebut Dunia Sekarang Tak Jelas, Purbaya Prediksi Perang hingga September
Namun, Purbaya menegaskan pemerintah Indonesia tidak mengambil tawaran tersebut karena menilai kondisi fiskal nasional masih cukup kuat untuk menghadapi potensi guncangan global.
“Saya bilang sama dia sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir US$ 25 miliar untuk negara kita sendiri, jadi aman,” ungkap Purbaya di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut cadangan fiskal yang dimiliki pemerintah saat ini dinilai memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi, bahkan tanpa tambahan pinjaman dari lembaga internasional.
Purbaya juga mengungkapkan respons dari pihak World Bank dan IMF setelah penolakan tersebut.
“Wah mukanya (World Bank & IMF) asem, karena dia gak bisa minjemin duit, gak bisa dapet bunga tuh mereka tuh. Tapi itu dalam keadaan apapun kondisi yang kita punyai harus kita jadikan senjata yang paling optimal,” tutur dia.
Baca Juga: Investor Global Cecar Purbaya, soal Defisit 3 Persen
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah akan mengelola sumber daya yang ada secara optimal, baik dalam kondisi kelebihan maupun kekurangan, dengan perhitungan yang matang.
“Kalau lebih kita pakai, kalau kurang juga kita pakai, pokoknya kita enggak pernah rugi. Jadi kita desain kebijakan dengan baik, kita hitung dampaknya bukan kira-kira,” pungkas dia.
