Green SM Punya Siapa? Perusahaan Taksi Listrik Milik Konglomerat Vietnam
Kecelakaan antara KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur diduga dipicu insiden awal yang melibatkan taksi Green SM di perlintasan dekat kawasan Bulak Kapal.
KRL arah Cikarang yang sempat berhenti di Stasiun Bekasi Timur disebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena jalur yang sama telah terganggu akibat kecelakaan sebelumnya.
Berdasarkan kronologi, taksi berwarna hijau milik Green SM diduga berhenti atau terjebak di tengah perlintasan, sehingga KRL yang melaju tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari tabrakan.
Benturan tersebut menyebabkan rangkaian KRL mengalami gangguan dan berhenti di jalur rel yang sama.
Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas tidak dapat menghentikan laju tepat waktu hingga akhirnya menabrak rangkaian KRL yang sudah lebih dulu berhenti.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik saat taksi berada di atas rel, disusul tabrakan KRL dan kepanikan warga di sekitar lokasi.
Baca Juga: Menkeu SIap Umumkan Hasil Restrukturisasi Utang Whoosh yang Sudah Rampung
Profil Green SM Perusahaan Taksi
Green SM Taxi merupakan bagian dari ekosistem Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan yang didirikan pada 6 Maret 2023 oleh Pham Nhat Vuong, pimpinan Vingroup, dengan fokus pada solusi transportasi berbasis listrik.
GSM mengembangkan layanan pemesanan taksi listrik serta penyewaan kendaraan listrik dalam skala besar, termasuk mobil dan sepeda motor.
Perusahaan ini juga berinvestasi dalam puluhan ribu unit kendaraan listrik VinFast, menjadikannya sebagai salah satu layanan taksi listrik terbesar di Vietnam sebelum berekspansi ke pasar internasional.
Di Indonesia, Green SM telah beroperasi di Jakarta, termasuk melayani kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta mulai memperluas jangkauan ke sejumlah kota lain.
Pemilik Green SM, Pham Nhat Vuong, dikenal sebagai konglomerat Vietnam dan miliarder pertama negara tersebut dalam denominasi dolar AS.
Ia merupakan pendiri Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam, serta pernah membangun bisnis makanan melalui merek mi instan Mivina di Ukraina sebelum kembali mengembangkan bisnis di negaranya.
Baca Juga: Penyelundupan 190 KG Emas Digagalkan Bea Cukai di Halim
Respons Green SM atas Kecelakaan
Menanggapi insiden tersebut, Green SM menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.”
Perusahaan menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang serta mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.”
Green SM juga menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional mereka.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.”
Dalam pernyataan lanjutan, perusahaan turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban.
“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman.”
Green SM menegaskan bahwa insiden tersebut masih dalam tahap investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi.
“Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang.”
Perusahaan juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan menjunjung tinggi transparansi dalam penanganan kasus ini.
Baca Juga: Prabowo Dorong Genteng Daur Ulang Masuk Program Renovasi Rumah
