Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz, Syaratnya AS Cabut Blokade
Iran disebut mengajukan skema baru dalam upaya negosiasi damai dengan Amerika Serikat dengan menunda pembahasan program nuklir yang selama ini menjadi hambatan utama.
Laporan Axios pada Senin (27/4/2026) menyebutkan, Teheran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat Washington terlebih dahulu mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Usulan tersebut disampaikan melalui sejumlah mediator, termasuk Pakistan, sebagai bagian dari upaya memperpanjang gencatan senjata dalam jangka panjang atau bahkan menjadikannya permanen.
Baca Juga: Mantan PM Bersatu Ingin Lengserkan Netanyahu, Israel Memanas
Dalam skema itu, perundingan terkait nuklir baru akan dimulai setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka dan tekanan militer AS dikurangi.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Gedung Putih telah menerima proposal tersebut, namun belum memberikan keputusan apakah akan menyetujuinya.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pejabat senior keamanan nasional untuk membahas kebuntuan negosiasi dan menentukan langkah selanjutnya.
Trump sebelumnya menegaskan keinginannya untuk mempertahankan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.
Diplomasi Masih Berjalan, Namun Negosiasi Buntu
Di tengah kebuntuan tersebut, aktivitas diplomatik kedua negara terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan serangkaian pembicaraan di Islamabad, Pakistan, dan Muscat, Oman, dengan fokus pada situasi di Selat Hormuz.
Pada Senin pagi, Araghchi juga tiba di Saint Petersburg, Rusia, untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin serta pejabat senior lainnya.
Sebelumnya, Iran dan AS sempat menggelar pembicaraan langsung di Islamabad pada 11–12 April, namun belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Baca Juga: 22 Ton Emas Dijual Rusia Sepanjang 2026 demi Tutup Beban Perang
Negosiasi tersebut dilakukan setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Trump.
Meski upaya menuju putaran negosiasi berikutnya terus diupayakan, sejumlah isu utama masih menjadi penghalang, termasuk penutupan Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta hak Iran dalam melakukan pengayaan uranium.
