Prabowo Ikut Sertakan Danantara di Hilirisasi, Bahlil Ungkap Alasannya!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), khususnya terkait pengaruhnya terhadap program hilirisasi nasional.
Menurut Bahlil, kehadiran Danantara bertujuan untuk mengurangi ketergantungan sektor industri dalam negeri terhadap pembiayaan dari perbankan asing yang selama ini dinilai lebih banyak mengalirkan keuntungan ekonomi ke luar negeri.
Baca Juga : Hari Buruh 2026, Prabowo Berikan “Kado” untuk Sejumlah Buruh
“Begitu pemerintahan Pak Prabowo yang mimpin, itulah kehebatan Pak Prabowo. Langsung bapak presiden Pak Prabowo membuat Danantara untuk membiayai semua hilirisasi di bangsa kita agar nilai tambahnya semua ada di bangsa kita. Inilah hebatnya ini,” ujarnya dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).
Pembentukan lembaga investasi tersebut juga merupakan respons atas evaluasi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa nilai tambah dari hilirisasi belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. Bahlil menyinggung bahwa meskipun ekspor produk olahan meningkat, manfaat ekonominya kerap lebih banyak dirasakan pihak luar akibat dominasi pembiayaan asing.
“Persoalannya di hilirisasi ini adalah pernah kita dapat kritik dari Pak JK (Jusuf Kalla) maupun almarhum Bang Faisal Basri. Pak JK waktu itu sampaikan hilirisasi oke tapi nilai tambahnya kan diterima di luar. Bang Faisal Basri juga (pernah) mengatakan begitu,” kata Bahlil.
Ia menambahkan, akar persoalan tersebut terletak pada keterbatasan perbankan nasional dalam mendanai proyek hilirisasi berskala besar. Situasi ini membuat pelaku industri bergantung pada pinjaman dari bank luar negeri, yang pada akhirnya mengharuskan pembayaran pokok dan bunga ke pihak asing.
“Setelah saya cek benar sebagian besar itu dirasakan oleh luar. Kenapa? Karena memang tidak ada perbankan nasional kita yang membiayai kredit hilirisasi. Semuanya bank-bank asing. Kalau itu bank-bank asing yang buat berarti kita harus mengembalikan pokok dan bunga,” paparnya.
Baca Juga : Bahlil Bagikan Usul Pajak Kendaraan Bensin dan Listrik Dibedakan
Dengan adanya dukungan pendanaan dari Danantara, pemerintah menargetkan perubahan struktur ekonomi menuju industri bernilai tambah tinggi. Bahlil menekankan bahwa hilirisasi tidak sekadar mengolah bahan mentah, tetapi juga harus mampu menciptakan pemerataan manfaat ekonomi bagi investor domestik dan masyarakat di daerah penghasil.
“Hilirisasi ini harus betul-betul mampu memberikan manfaat dan keadilan bagi bangsa kita. Dan beda antara negara yang membangun hilirisasi yang instrumennya industrialisasi dan negara yang cuma membangun industrialisasi,” tutupnya.

[…] Baca Juga: Danantara Ikut Disertakan Prabowo di Hilirisasi, Bahlil Sebut Alasannya […]