Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik Hingga 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kestabilan ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari gejolak harga energi internasional. Ia juga menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menanggung beban subsidi, bahkan jika harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) berada di level tinggi.
Baca Juga : Bahlil Usulkan Pajak Kendaraan Bensin Dibedakan dengan Listrik, Kenapa?
“Sampai 31 Desember (2026) sekalipun harga ICP US$ 100 (per barel), Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” ujarnya dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepastian harga tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan stok energi nasional tetap aman agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu oleh dinamika pasar global.
“Saya sekali lagi menyampaikan bahwa untuk BBM insyaallah tidak akan ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk LPG. Itu kita jaga dan itulah perintah bapak presiden Pak Prabowo,” paparnya.
Namun demikian, kebijakan berbeda berlaku untuk BBM non-subsidi yang umumnya digunakan oleh masyarakat mampu. Untuk kategori ini, harga akan mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tetapi kalau BBM yang yang untuk orang yang mampu yang mohon maaf itu dengan sendirinya hukum pasar kalau yang untuk orang yang mampu. Yang kita jaga inilah saudara-saudara kita yang memang butuh uluran tangan pemerintah,” bebernya.
Baca Juga : Megawati Bandingan Indonesia tentang Perencanaan Jangka Panjang
Di sisi lain, pemerintah mengakui bahwa beban subsidi energi, khususnya LPG, masih cukup besar. Total anggaran untuk LPG mencapai Rp 137 triliun per tahun, dengan porsi subsidi sekitar Rp 80–87 triliun guna menjaga harga LPG 3 kg tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Alhamdulillah Indonesia masih bisa menjaga ketersediaan BBM dan LPG. Stok crude kita satu tahun ke depan Insyaallah sudah selesai. Itulah kenapa alasan JP Morgan memberikan kita nomor dua dari semua dunia,” tegasnya.

[…] Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik Hingga 2026 […]