Produksi Minyak RI Tembus 576.700 Barel per Hari hingga April 2026
Produksi minyak nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 576.700 barel per hari (BPH).
Capaian tersebut disampaikan Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (21/5/2026).
“Produksi sampai dengan Januari-April year on year itu di 576.700 barrel oil per day, rata rata yang April ini, sampai dengan April karena kita punya data akhir April harian yang Mei masih berjalan,” kata Surya.
Surya mengatakan pemerintah saat ini juga memprioritaskan produksi minyak dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama pasokan kilang milik Pertamina.
Menurut dia, langkah tersebut mengikuti arahan Presiden di tengah dinamika kondisi global saat ini.
“Sekarang ini dengan kondisi global tadi dan mengikuti arahan Bapak Presiden bahwa produksi dan jatah KKKS itu dijual ke kilang Pertamina,” kata dia.
Baca Juga: Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Diungkap Purbaya
Strategi pemerintah tingkatkan lifting minyak
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah memiliki tiga strategi utama untuk meningkatkan lifting minyak nasional.
Strategi pertama dilakukan melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) pada sumur-sumur eksisting.
“Yang pertama sumur-sumur yang ada sekarang, kita harus intervensi dengan teknologi. Dengan EOR, salah satu diantara teknologi yang menjadi pilihan,” kata Bahlil di Investor Daily Summit 2025, Kamis (9/10/2025).
Selain itu, pemerintah juga mempercepat produksi lapangan migas yang telah memperoleh persetujuan Plan of Development (POD).
Bahlil menyinggung proyek Blok Masela yang dinilai terlalu lama belum berproduksi meski telah mengantongi persetujuan POD.
Ia bahkan mengaku telah memberi peringatan kepada Inpex selaku operator proyek tersebut.
“Saya kasih surat peringatan. Kalau ente nggak mau, saya cabut izinnya, peringatan pertama. Begitu surat cinta keluar, langsung tender FEED-nya. Dan target produksi kita itu di 2028-2029. Artinya memang, mengelola energi kita nggak bisa dengan hanya wajah yang disukai semua orang,” katanya.
Baca Juga: IHSG Ambles ketika Bursa Asia Hijau, Pyrbaya Angkat Bicara
Strategi lainnya ialah mengoptimalkan sumur tidak aktif (idle wells) dan sumur tua yang masih memiliki potensi produksi.
“Bapak-Ibu semua, total sumur kita di luar sumur masyarakat, di luar sumur masyarakat, total sumur kita itu kurang lebih sekitar 40 ribu sumur. 39, hampir 40 ribu sumur,” kata Bahlil.
