Hashim Pastikan Investor Asing di RI Dapat Perlindungan Pemerintah
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menegaskan pemerintah Indonesia akan memberikan perlindungan bagi seluruh investor asing yang menanamkan modal di Tanah Air.
Menurut dia, posisi Indonesia sebagai negara netral menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keamanan investasi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Hashim mengatakan pemerintah juga berkomitmen menjaga kepastian hukum bagi aset dan operasional perusahaan asing agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kopdes Diklaim Prabowo Ciptakan 18 Ribu Lapangan Kerja, MBG Serap 1,1 juta Orang
“Indonesia adalah negara netral, negara yang aman bagi investor dari seluruh dunia. Saya bisa katakan itu karena kemarin saya menghadiri pertemuan dengan investor Rusia yang ingin berinvestasi di Indonesia dan melakukan pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan,” ungkapnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Ia menyebut keterbukaan Indonesia terhadap investasi asing berlaku bagi seluruh negara tanpa memandang afiliasi politik tertentu.
Hashim juga memastikan pemerintah akan melindungi investor dari berbagai risiko diskriminasi keuangan yang kini banyak muncul akibat konflik antarnegara.
“Investor Rusia diterima, investor dari China, saya paham investor Anda dari PetroChina, Sinopec ada di sini hari ini. Investor dari seluruh dunia dipersilakan datang ke negara ini dan investasi Anda akan dilindungi oleh pemerintah,” kata Hashim yang juga merupakan Dewan Pengawas Indonesian Petroleum Association.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Indonesia sebagai pusat investasi energi dan teknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Rasio Penerimaan RI Disorot Prabowo, sebut Masih Kalah dari India dan Meksiko
Pemerintah juga berharap jaminan perlindungan dari tingkat kepresidenan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan ekspansi jangka panjang di berbagai sektor strategis nasional.
“Kalau kita ada unsur-unsur itu, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban, dan kita juga ada kepatuhan terhadap kontrak-kontrak, itu saya kira kita ada resep sukses di masa depan,” tandasnya.
