Jenazah Ali Khamenei Akan Lewati Irak Sebelum Dimakamkan
Pemerintah Iran mengumumkan bahwa prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, akan berlangsung selama beberapa hari dan mencakup perjalanan iring-iringan jenazah melalui Irak sebelum dimakamkan di Iran.
Khamenei diketahui tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Sejak saat itu, pemerintah Iran menyiapkan rangkaian acara penghormatan yang diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat.
Baca Juga : Iran Sebut Kesepakatan Damai Bukti Gagalnya AS!
Dalam video yang disiarkan media pemerintah Iran, Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, mengatakan prosesi pemakaman akan digelar pada 4 hingga 9 Juli 2026.
Jenazah Akan Dibawa ke Irak
Zakani menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam rangkaian pemakaman adalah prosesi iring-iringan jenazah yang akan melewati wilayah Irak pada 8 Juli 2026.
“Pada tanggal 8 Juli 2026, acara tersebut akan berlangsung di Irak dan pada tanggal 9 Juli 2026, insya Allah, di Mashhad, Iran, tempat Khamenei akan dimakamkan,” ujar Zakani.
Meski demikian, pihak Iran belum menjelaskan secara rinci kota atau lokasi mana yang akan menjadi bagian dari rute prosesi di Irak.
Hingga saat ini, pemerintah Irak juga belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut.
Irak Memiliki Makna Penting bagi Syiah
Irak memiliki posisi yang sangat penting bagi komunitas Muslim Syiah, termasuk bagi masyarakat Iran.
Negara tersebut menjadi lokasi sejumlah situs suci utama dalam tradisi Syiah, seperti makam Imam Hussein di Karbala dan makam Imam Ali di Najaf.
Karena itu, banyak pihak menilai prosesi yang melewati Irak memiliki makna simbolis dan religius yang kuat bagi para pendukung Khamenei dan masyarakat Syiah di kawasan.
Namun, belum diketahui apakah iring-iringan jenazah akan singgah di salah satu kota suci tersebut.
Mashhad Jadi Tempat Pemakaman
Setelah prosesi di Irak selesai, jenazah Khamenei akan dibawa kembali ke Iran untuk dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026.
Mashhad merupakan salah satu kota paling suci di Iran dan menjadi tujuan utama ziarah umat Muslim Syiah karena di sana terdapat makam Imam Reza.
Pemilihan Mashhad sebagai lokasi pemakaman diperkirakan akan menarik jutaan peziarah dari berbagai wilayah Iran maupun negara lain.
Teheran Bersiap Sambut Jutaan Pelayat
Zakani mengatakan pemerintah sedang melakukan berbagai persiapan untuk menggelar prosesi penghormatan di Teheran.
Baca Juga : Wapres AS Buka Suara, Bantah Rumor Reza Pahlevi Jadi Pemimpin Iran
Menurut perkiraan pemerintah, jumlah pelayat yang hadir dapat mencapai hampir 20 juta orang.
Ia bahkan menyebut angka tersebut berpotensi menjadi kerumunan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah ibu kota Iran.
“Teheran belum pernah memiliki kerumunan sebesar ini sepanjang sejarahnya hingga saat ini,” kata Zakani.
Sebagai perbandingan, ketika pendiri Republik Islam Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat pada 1989, media Iran melaporkan sekitar 10 juta orang menghadiri prosesi pemakamannya.
Jika perkiraan pemerintah terwujud, prosesi pemakaman Ali Khamenei akan menjadi salah satu acara penghormatan terbesar dalam sejarah modern Iran.
