Houthi Kembali Serang Kilang Aramco Saudi, Ada Kerusaka
Kelompok Houthi di Yaman kembali mengklaim telah menyerang fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi. Serangan tersebut menjadi aksi kedua terhadap kilang yang sama dalam waktu kurang dari sepekan.
Dalam laporan kantor berita Saba yang dikelola Houthi, kelompok tersebut menyebut telah mengerahkan dua drone untuk menyerang kilang minyak di pesisir Laut Merah. Kedua drone diklaim berhasil mengenai sasaran.
Hingga laporan ini dibuat, pemerintah Arab Saudi dan Aramco belum memberikan tanggapan atas klaim serangan tersebut.
Baca Juga : Iran Jebol Pertahanan AS dengan Tiru Taktik Ukraina
Seorang sumber yang mengetahui kejadian mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah tangki di fasilitas kilang. Identitas sumber dirahasiakan karena informasi tersebut belum diumumkan secara resmi.
Menurut laporan Saba, serangan terhadap fasilitas minyak di Jazan dilakukan sebagai respons atas apa yang disebut Houthi sebagai “pelanggaran” Arab Saudi terhadap wilayah udara dan kedaulatan Yaman di Sa’dah dan Hajjah.
Kelompok tersebut juga menegaskan akan terus memberikan respons terhadap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman.
Serangan terbaru ini menambah tekanan terhadap fasilitas energi Arab Saudi, khususnya yang berada di sepanjang pesisir Laut Merah.
Sebelumnya, Houthi juga mengklaim menyerang kilang yang sama pada Minggu. Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan oleh otoritas Arab Saudi.
Kementerian Energi Arab Saudi saat itu menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, seorang sumber yang mengetahui kejadian menyebut satu tangki penyimpanan minyak mentah di kilang terdampak akibat serangan.
Baca Juga : CIA Tidak Pasti dengan Ancaman Iran ke Trump di Turkiye
Serangan berulang dalam waktu singkat menunjukkan meningkatnya risiko terhadap infrastruktur energi Saudi di tengah ketegangan kawasan yang melibatkan Houthi dan Iran.
Pada Juli lalu, Houthi telah menyatakan akan memblokir aliran minyak Arab Saudi sebagai respons terhadap blokade Saudi terhadap wilayah Yaman.
Kelompok yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014 tersebut juga telah berulang kali mengklaim serangan terhadap fasilitas energi serta kapal tanker milik Arab Saudi.
Ancaman tersebut berpotensi menimbulkan gangguan lebih luas terhadap jalur perdagangan energi di kawasan Laut Merah, terutama jika serangan terhadap fasilitas minyak dan kapal tanker terus berlanjut.
