Trump Balas Kritik soal Iran, Sebut Pengkritiknya Iri dan Tak Paham Situasi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons keras kritik yang menuding dirinya terlalu lunak terhadap Iran setelah tercapainya nota kesepahaman antara kedua negara untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Trump menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi Washington justru tercermin dari kondisi ekonomi yang dinilainya membaik setelah kesepakatan tersebut diumumkan.
“Orang-orang bodoh ini, yang mengira saya belum cukup keras terhadap Iran, padahal pasar saham baru saja mencapai rekor tertinggi dan harga Minyak merosot,” tulis Trump melalui Truth Social, Kamis (18/6/2026).
“Mereka iri, orang jahat, atau bodoh,” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul di tengah kritik dari sejumlah politisi dan pengamat di AS yang mempertanyakan apakah kesepakatan dengan Iran benar-benar memberikan keuntungan strategis bagi Washington.
Baca Juga: Serangan Sekolah Iran yang Tewaskan 175 Orang Direspons Trump
Iran Setuju Kurangi Cadangan Uranium
Sebelumnya, Trump menjelaskan bahwa kesepakatan yang dicapai bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah sekaligus membuka jalan bagi stabilitas kawasan.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran dilaporkan menyetujui pengurangan volume penyimpanan uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari komitmen terkait program nuklirnya.
Sebagai imbalannya, Teheran akan memperoleh dukungan pemulihan ekonomi dalam skala besar.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan dokumen kerja sama antara kedua negara telah rampung dan memperoleh persetujuan resmi dari para pemimpin masing-masing negara.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam proses rekonsiliasi, menyatakan seluruh poin kesepakatan akan segera dijalankan.
“Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut,” tulis Sharif di platform X.
Baca Juga: Sebelum Dimakamkan, Jenazah Ali Khamenei Lewati Irak Dahulu
AS Siapkan Pencabutan Sanksi dan Dana Rekonstruksi
Selain aspek nuklir, kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen AS untuk mencabut sanksi minyak yang selama ini membatasi aktivitas ekonomi Iran.
Washington disebut akan memberikan dukungan terhadap proses pemulihan ekonomi Iran apabila tercapai kesepakatan final terkait program nuklir negara tersebut.
Berdasarkan isi dokumen, AS juga akan memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dollar AS yang didukung oleh negara-negara kawasan setelah kesepakatan akhir tercapai.
Rencananya, dokumen tersebut akan ditandatangani oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden AS JD Vance.
Meski demikian, pemerintah Iran menyatakan upacara penandatanganan tatap muka tidak lagi menjadi keharusan.
Sharif memastikan prosesi resmi tetap akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026), bersamaan dengan dimulainya pembahasan teknis untuk implementasi berbagai poin kesepakatan.
