Xi Jinping Tawarkan Model China untuk Dunia Berkembang
Presiden Xi Jinping menegaskan kesiapan China untuk memainkan peran yang lebih besar dalam tatanan global dengan menawarkan pengalaman pembangunan dan solusi bagi berbagai tantangan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam pidato peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis China (PKC), yang sekaligus menegaskan ambisi Beijing memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.
“Kami menganjurkan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, menyediakan kebijaksanaan China, solusi China, dan kekuatan China untuk mengatasi masalah-masalah utama yang dihadapi umat manusia,” kata Xi, seperti dikutip The Associated Press, Rabu (1/7/2026).
Menurut Xi, keberhasilan industrialisasi China yang berlangsung dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa negaranya memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi negara-negara berkembang.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya rivalitas antara China dan Amerika Serikat yang selama ini bersaing dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga geopolitik.
Baca Juga: IRGC vs Presiden Ancam Damai dengan AS, Iran Memanas!
China Ingin Dorong Reformasi Tatanan Global
Xi mengatakan China tidak berupaya menggantikan sistem internasional yang ada saat ini.
Namun, Beijing menilai tatanan global masih didominasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat sehingga perlu direformasi agar lebih mencerminkan kepentingan negara berkembang.
Menurut dia, dunia saat ini tengah menghadapi fase baru yang penuh ketidakpastian dan perubahan besar.
“Dunia telah memasuki periode baru pergolakan dan transformasi, menempatkan umat manusia di persimpangan jalan,” ujarnya.
Xi kembali menyerukan pembentukan hubungan internasional yang lebih inklusif untuk mendukung perdamaian dan pembangunan global.
Pidato tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri China setelah berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya sekaligus memperluas pengaruh diplomatik di berbagai kawasan dunia.
Xi menilai China mampu mencapai industrialisasi dalam waktu puluhan tahun, sementara banyak negara maju memerlukan waktu berabad-abad untuk mencapai tingkat pembangunan yang sama.
Baca Juga: Amerika-Arab Saudi Berselisih soal Operasi di Selat Hormuz
Modernisasi Militer dan Taiwan Tetap Jadi Prioritas
Selain membahas isu global, Xi juga menyinggung agenda domestik yang menjadi fokus pemerintahannya.
Salah satunya adalah percepatan modernisasi militer China agar mencapai standar kelas dunia.
Ia menegaskan kepemimpinan Partai Komunis harus tetap menjadi fondasi utama angkatan bersenjata China.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kampanye antikorupsi yang dalam beberapa tahun terakhir telah menyingkirkan sejumlah perwira tinggi militer.
Xi juga kembali menegaskan target Beijing untuk membawa Taiwan berada di bawah kendali China.
Pesan tersebut mengulang sejumlah pernyataan yang pernah disampaikan pada peringatan 100 tahun PKC pada 2021.
Hal itu menunjukkan bahwa isu kedaulatan nasional dan penguatan militer masih menjadi prioritas utama kepemimpinannya.
Pidato Xi memperlihatkan semakin besarnya keyakinan China untuk mengambil peran yang lebih dominan dalam membentuk arah tata kelola global.
Di tengah persaingan strategis dengan Amerika Serikat, Beijing terus berupaya memosisikan diri sebagai representasi kepentingan negara-negara berkembang sekaligus menawarkan model pembangunan yang diklaim dapat menjadi alternatif bagi sistem yang selama ini dipimpin negara-negara Barat.
