AS Setujui Penjualan Rudal Hellfire ke Singapura
Pemerintah Singapura akan menambah persenjataan militernya setelah Amerika Serikat menyetujui rencana penjualan rudal presisi udara-ke-darat AGM-114R Hellfire senilai 22,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 401 miliar.
Persetujuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan operasional dan program pelatihan Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF).
Berdasarkan laporan CNA yang dikutip Kamis (2/7/2026), Departemen Luar Negeri AS telah meloloskan potensi penjualan tambahan 24 unit rudal Hellfire beserta dukungan teknis dan peralatan pendukung lainnya.
Baca Juga: AS-Arab Saudi Berselisih soal Operasi di Selat Hormuz
Penjualan terbaru ini merupakan perluasan dari paket sebelumnya senilai 12,4 juta dollar AS yang tidak memerlukan notifikasi kepada Kongres AS karena berada di bawah batas tertentu.
Dengan tambahan tersebut, total pengadaan rudal Hellfire oleh Singapura mencapai 67 unit.
Rudal presisi tinggi yang diproduksi oleh Lockheed Martin itu akan digunakan pada armada helikopter serang AH-64D Apache Longbow milik militer Singapura.
“Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) mengambil pandangan strategis jangka panjang dalam akuisisi pertahanan kami untuk memastikan bahwa kami membuat keputusan yang bijaksana dan hemat biaya yang paling memenuhi kebutuhan pertahanan kami, serta mempertahankan kesiapan operasional,” tegas Kementerian Pertahanan Singapura dalam tanggapan resminya.
Dilengkapi Dukungan Pelatihan dan Logistik
Paket yang disetujui Washington tidak hanya mencakup pengadaan rudal, tetapi juga berbagai dukungan teknis untuk menunjang operasional sistem senjata tersebut.
Komponen yang termasuk dalam paket antara lain suku cadang, peningkatan kemampuan peluncur, layanan pemeliharaan dan perbaikan, dukungan perangkat lunak, publikasi teknis, pelatihan personel, hingga bantuan logistik terpadu.
Departemen Luar Negeri AS menegaskan penjualan sistem persenjataan tersebut tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan Asia Tenggara.
“Penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan tersebut,” tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.
Washington menilai penguatan kemampuan pertahanan Singapura sejalan dengan tujuan kebijakan luar negeri dan kepentingan keamanan nasional AS.
Baca Juga: IRGC vs Presiden Ancam Damai dengan AS, Iran Memanas!
Pemerintah AS juga memandang Singapura sebagai mitra penting yang berkontribusi terhadap stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia.
Selain itu, pihak AS meyakini RSAF tidak akan mengalami kendala dalam mengintegrasikan sistem persenjataan baru beserta program pelatihan yang menyertainya ke dalam struktur militernya.
Persetujuan penjualan rudal Hellfire ini muncul tidak lama setelah AS menyetujui paket peningkatan sistem artileri roket untuk Singapura senilai 73 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,31 triliun pada Juni 2026.
Langkah tersebut menunjukkan berlanjutnya kerja sama pertahanan antara Washington dan Singapura di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
