Trump Bantah Gunakan Jabatan untuk Raup Rp 21,5 Triliun dari Kripto
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah tudingan bahwa dirinya memanfaatkan jabatan sebagai kepala negara untuk memperkaya diri melalui bisnis mata uang kripto.
Pernyataan itu disampaikan setelah kekayaan keluarga Trump dari aktivitas kripto dilaporkan mencapai sekitar 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp21,5 triliun sepanjang tahun lalu.
Trump menilai lonjakan keuntungan tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi pasar yang sedang menguat, bukan karena pengaruh posisinya sebagai presiden.
“Anda tahu mengapa saya untung, karena pasar saham sedang naik, semua orang untung,” kata Trump kepada wartawan saat bersiap melakukan penerbangan dengan pesawat Air Force One baru yang dihadiahkan Qatar, dikutip AFP, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Model China Ditawarkan Xi Jinping untuk Dunia Berkembang
Trump Tegaskan Tidak Campur Tangan dalam Keuangan Pribadi
Dalam kesempatan yang sama, Trump menolak berbagai kritik yang menyebut dirinya mengeksploitasi jabatan kepresidenan demi kepentingan bisnis keluarga.
Ia mengatakan seluruh aset pribadinya telah ditempatkan dalam skema dana perwalian buta atau blind trust sehingga dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
“Saya tidak ikut campur dalam keuangan pribadi saya, kami memiliki dana yang mengelola uang saya,” tegasnya.
Trump juga mengaku telah memiliki kekayaan besar sebelum kembali menduduki Gedung Putih.
“Saya telah menghasilkan banyak uang sebelum menjadi presiden, dan mereka menginvestasikan uang saya, dan saya tidak berbicara dengan mereka,” tambahnya.
Meski demikian, sejumlah dokumen keuangan menunjukkan sebagian besar peningkatan kekayaan tersebut berasal dari bisnis kripto yang berkembang setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden.
Trump tetap menegaskan kesuksesan finansialnya merupakan hasil dari perjalanan panjangnya di dunia usaha.
“Saya tidak tahu apakah saya memiliki karier yang lebih baik di bidang politik atau bisnis, tetapi saya memiliki karier yang hebat di bidang bisnis, dan Anda tahu, Anda melihat uang tunai, dan Anda melaporkan berbagai hal,” ujarnya.
“Jadi kita semua untung. Saya untung karena saya punya banyak uang dan banyak uang tunai,” lanjutnya.
Baca Juga: Mitra Penuh ASEAN Diincar Turki, Bidik Kerja Sama Strategis
Bisnis Kripto Jadi Sumber Utama Lonjakan Kekayaan
Berdasarkan laporan pengungkapan keuangan yang dirilis Kantor Etika Pemerintah AS pada Selasa (30/6/2026), Trump memperoleh hampir 550 juta dollar AS atau sekitar Rp9,7 triliun dari keterkaitannya dengan perusahaan rintisan kripto World Liberty Financial (WLF) sepanjang 2025.
Perusahaan tersebut didirikan pada September 2024 oleh putra-putra Trump bersama putra Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah.
Dokumen setebal 927 halaman itu juga mencatat Trump menerima royalti sekitar 635 juta dollar AS atau setara Rp11,3 triliun dari perjanjian lisensi mata uang kripto $TRUMP.
Aset kripto tersebut diluncurkan hanya beberapa jam sebelum pelantikan presiden pada Januari 2025.
Pendapatan dari dua sumber tersebut disebut menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan kekayaan pribadi Trump hingga hampir tiga kali lipat.
Selama masa pemerintahannya, Trump juga mengambil sejumlah langkah deregulasi terhadap industri aset digital yang turut mendorong kenaikan harga berbagai instrumen kripto di pasar.

[…] Trump Bantah Gunakan Jabatan untuk Raup Rp 21,5 Triliun dari Kripto […]