Jelang Pemakaman Khamenei, Iran Peringatkan AS dan Israel
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel menjelang rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pemerintah Iran menegaskan akan memberikan respons militer terhadap setiap bentuk ancaman atau serangan yang dilakukan selama masa penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi negara tersebut.
Peringatan itu disampaikan Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, melalui pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran pada Kamis (2/7/2026).
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis [Israel], untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” kata Abdollahi.
Baca Juga: Dituduh Gunakan Jabatan untuk Raup Rp21,5 T dari Kripto, Trump Membantah
Prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan dimulai pada 4 Juli 2026 di Teheran.
Setelah itu, rangkaian penghormatan akan berlangsung hingga 9 Juli sebelum jenazah dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad.
Sejumlah upacara penghormatan tambahan juga direncanakan digelar di Kota Qom serta di Irak.
Iran Perketat Keamanan Jelang Prosesi Pemakaman
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menyampaikan peringatan serupa terkait potensi ancaman terhadap Iran di tengah suasana berkabung nasional.
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, disebut menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, menjadi target pembunuhan.
Araqchi menilai ancaman tersebut berisiko memperburuk ketegangan yang sudah meningkat di kawasan Timur Tengah.
“Teheran akan memberikan respons segera dan kuat terhadap setiap ancaman terhadap rakyat atau kepemimpinannya,” tegas Araqchi dalam pernyataannya yang dikutip Reuters.
Menjelang pelaksanaan pemakaman, pemerintah Iran dilaporkan meningkatkan pengamanan di berbagai lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan penghormatan terakhir bagi Khamenei.
Baca Juga: Damai Permanen Masih Buntuh, AS-Iran Bertemu Lagi
Aparat keamanan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan selama prosesi berlangsung.
Selain itu, Organisasi Penerbangan Sipil Iran juga memberlakukan pembatasan sementara wilayah udara di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Mashhad.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan selama rangkaian pemakaman di tengah kekhawatiran terhadap potensi ancaman dari luar negeri.
