TikTok Respons Rumor PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia
Rumor mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 90 persen karyawan Tokopedia ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kabar tersebut memicu spekulasi bahwa TikTok sebagai pemilik Tokopedia tengah melakukan PHK besar-besaran di Indonesia.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim bahwa 90 persen karyawan Tokopedia terdampak PHK.
TikTok Indonesia membenarkan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian organisasi, tetapi tidak menyebut jumlah karyawan maupun divisi yang terkena dampak.
Baca Juga: Purbaya Sebut Masih Memadai, soal Kas Negara 2025 Sisa Rp438,26 T
TikTok Akui Ada Penyesuaian Organisasi
Dalam keterangannya kepada KompasTekno, juru bicara TikTok mengatakan perusahaan sedang menyelaraskan struktur organisasi riset dan pengembangan atau research and development (R&D) guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar juru bicara TikTok.
TikTok mengakui langkah tersebut bukan keputusan yang mudah dan menyatakan fokus memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” lanjut juru bicara TikTok.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia, termasuk dalam pengembangan Tokopedia dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” lanjut perusahaan.
Hingga berita ini ditulis, TikTok belum menjelaskan divisi maupun fungsi kerja yang terdampak restrukturisasi tersebut.
Baca Juga: Ini Kata Menkeu soal Aset Negara Tembus Rp14.601 Triliun
Perusahaan juga belum memberikan konfirmasi terkait berbagai klaim yang beredar mengenai jumlah karyawan yang terkena PHK.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut TikTok tengah melakukan penyesuaian organisasi di Indonesia sebagai bagian dari proses integrasi bisnis setelah Tokopedia bergabung dengan TikTok Shop.
Integrasi tersebut berlangsung sejak awal 2024 setelah ByteDance mengakuisisi mayoritas saham PT Tokopedia.
Sejak saat itu, perusahaan menjalankan proses penyatuan berbagai fungsi bisnis dan operasional.
Meski demikian, belum diketahui apakah restrukturisasi terbaru ini berkaitan langsung dengan proses integrasi tersebut.
TikTok juga belum merinci jumlah posisi yang dihapus maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi.
Dengan demikian, informasi yang telah dikonfirmasi perusahaan sejauh ini baru sebatas adanya penyesuaian organisasi pada tim R&D, sementara klaim mengenai jumlah karyawan yang terdampak masih belum mendapatkan konfirmasi resmi.
