Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan Uni Emirat Arab
Aljazair secara mendadak memutus hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (10/9/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah Aljazair menuding Abu Dhabi melakukan sejumlah tindakan yang dianggap provokatif atau bermusuhan.
Kementerian Luar Negeri Aljazair mengatakan seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral sudah tidak lagi membuahkan hasil.
“Tindakan UEA telah mencapai titik yang tidak dapat lagi diterima atau ditoleransi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Aljazair, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Gaji Pejabat Singapura Meningkat Lebih dari 60 Persen
Ketegangan Aljazair dan UEA Meningkat
Hubungan Aljazair dan UEA telah mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.
Media Aljazair berulang kali mengkritik Abu Dhabi dan menuduhnya berupaya memicu perpecahan di kawasan.
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune pada tahun lalu sempat mengatakan hubungan negaranya dengan negara-negara Teluk tetap hangat, tetapi menyebut ada satu negara yang menjadi pengecualian dan secara tersirat merujuk pada UEA.
Sementara itu, UEA berharap keputusan Aljazair tersebut hanya bersifat sementara.
UEA juga menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan antarmasyarakat kedua negara serta kepentingan bersama.
“Kementerian Luar Negeri menegaskan apresiasi UEA terhadap rakyat Aljazair yang bersaudara serta kebanggaannya atas ikatan yang menyatukan kedua bangsa,” kata Kementerian Luar Negeri UEA.
Penasihat diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash juga merespons keputusan tersebut melalui platform X.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dalam hubungan diplomatik antarnegara.
Menurut Gargash, hubungan antarnegara seharusnya dibangun atas “rasionalitas, komunikasi, dan kejelasan kepentingan”, bukan “teka-teki dan isyarat yang memerlukan penafsiran”.
Perseteruan kedua negara bahkan merembet ke sektor penerbangan.
Aljazair akan menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA mulai Jumat (11/9/2026).
Namun, penerbangan komersial UEA dari dan menuju Aljir masih dikecualikan hingga akhir 2026 karena kontrak yang berlaku saat ini masih berjalan.
Baca Juga: Houthi dan Saudi Saling Serang, Yaman di Ambang Perang
Perbedaan Sikap soal Israel hingga Sahara Barat
Perseteruan Aljazair dan UEA juga berkaitan dengan perbedaan sikap kedua negara terhadap sejumlah isu regional.
Aljazair menentang normalisasi hubungan dengan Israel, sedangkan UEA dan Maroko telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham pada 2020.
Perbedaan kepentingan juga terlihat dalam persoalan Sahara Barat.
UEA mendukung klaim Maroko atas wilayah tersebut, sementara Aljazair mendukung Front Polisario.
Persaingan pengaruh kedua negara juga semakin terlihat di kawasan Sahel.
UEA memperluas hubungan dengan sejumlah pemerintah di kawasan tersebut, sedangkan hubungan Aljazair dengan beberapa negara tetangganya di selatan memburuk setelah serangkaian kudeta militer.
Pada Februari 2026, Aljazair bahkan memulai proses pembatalan perjanjian layanan penerbangan dengan UEA yang sebelumnya ditandatangani pada Mei 2013.
