China Desak Jepang Ubah Sikap soal Taiwan
China secara terbuka mendesak Jepang untuk segera mengoreksi sikap politik pemimpinnya terkait isu kedaulatan Taiwan.
Desakan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat menerima kunjungan Kepala Asosiasi Jepang untuk Promosi Perdagangan Internasional Takeshi Iwaya di Beijing pada Senin (28/9/2026).
“Tugas mendesak bagi Jepang adalah segera mengoreksi ucapan dan tindakan yang keliru dari para pemimpinnya mengenai masalah Taiwan,” kata Wang, dikutip dari Anadolu.
Wang juga memperingatkan bahwa hubungan China dan Jepang saat ini berada dalam situasi genting dan perlu segera dipulihkan.
Baca Juga: Pesawat Iran Disita di Istanbul karena Utang?
China Desak Jepang Koreksi Sikap soal Taiwan
“Hubungan China-Jepang kini menghadapi situasi yang genting dan perlu segera dinormalisasi kembali,” sambungnya.
Hubungan Tokyo dan Beijing memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa agresi China terhadap Taiwan berpotensi memicu opsi pertahanan diri kolektif bagi militer Jepang.
Selain isu Taiwan, Wang Yi turut menyoroti peringatan 80 tahun Pengadilan Tokyo dan mengingatkan Jepang agar tidak mencoba mengabaikan konstitusi perdamaian pascaperang.
Ketegangan tersebut berlangsung ketika hubungan bilateral China dan Jepang juga menghadapi persoalan keamanan di kawasan Pasifik.
Baca Juga: Rial Iran Tembus 2,5 Juta per Dollar AS
Rudal AS Akan Dipindahkan ke Okinawa
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan sistem peluncur rudal Typhon milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) akan dipindahkan ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa pada pertengahan Oktober mendatang.
Sistem persenjataan bergerak tersebut memiliki jangkauan luas dan mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk.
“Sistem rudal Typhon AS yang ditempatkan di Jepang barat daya akan dipindahkan ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa sekitar pertengahan Oktober. Penempatan ini bersifat tidak permanen,” terang Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.
Penempatan sementara tersebut dilakukan untuk memperkuat postur pertahanan aliansi AS-Jepang di kawasan Indo-Pasifik.
Pengerahan rudal strategis AS di wilayah barat daya Jepang itu memicu kritik dari Beijing yang menilainya sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional.
Mantan Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya menilai memburuknya saluran komunikasi bilateral saat ini sangat mengkhawatirkan bagi iklim usaha kedua negara.
Meski hubungan kedua negara tengah tegang, China dan Jepang akan memperingati 55 tahun normalisasi hubungan bilateral pada tahun depan.
