Dubes AS sebut China Bisa Hentikan Perang Rusia-Ukraina
Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, menyatakan bahwa China memiliki peran penting dalam menopang agresi Rusia terhadap Ukraina. Ia menilai Beijing sebenarnya dapat menghentikan perang hanya dengan satu langkah tegas terhadap Moskwa.
“China dapat menghubungi Vladimir Putin dan mengakhiri perang ini besok dan memutus pasokan teknologi dwifungsi yang mereka jual,” kata Whitaker dalam sebuah panel pada Jumat (13/2/2026) di Konferensi Keamanan Munich.
Baca Juga : Setengah Saham Danantara Masuk Saham dan Obligasi!
Whitaker menyatakan bahwa China sebenarnya dapat menghentikan dukungannya dengan cara berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia. Ia bahkan menegaskan bahwa perang tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari China. Pernyataan itu disampaikannya dalam panel kebijakan luar negeri AS yang dimoderatori oleh Francine Lacqua dari Bloomberg.
Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina, hubungan China dan Rusia semakin erat. Moskwa diketahui bergantung pada Beijing untuk memasok suku cadang dan komponen penting, termasuk untuk drone serta kebutuhan militer lainnya. Selain itu, China kembali menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia, meskipun tekanan internasional terhadap perdagangan energi Moskwa terus meningkat.
Data pelacakan menunjukkan sekitar 1,65 juta barel minyak mentah per hari dibongkar di pelabuhan China pada Januari. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret 2024 dan menjadi total bulanan terbesar kedua sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Meski demikian, pemerintah China berulang kali menyatakan ingin memainkan peran “konstruktif” dalam mengakhiri konflik.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bahkan bertemu Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha di Munich dan menawarkan bantuan kemanusiaan terkait serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Para Kandidat Demokrat di Munich
Konferensi Keamanan Munich yang berlangsung Jumat hingga Minggu tersebut dihadiri sejumlah pemimpin dunia untuk membahas isu hubungan luar negeri dan keamanan global. Di antaranya Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Whitaker turut berbicara dalam panel bersama sejumlah tokoh Demokrat Amerika Serikat yang disebut-sebut sebagai kandidat potensial pemilu 2028, termasuk Perwakilan Alexandria Ocasio-Cortez dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer. Gubernur California Gavin Newsom juga hadir dalam forum tersebut.
“Partai Demokrat hadir untuk sekutu kita,” kata Ocasio-Cortez.
“Sebagian besar rakyat Amerika tidak ingin melihat hubungan ini memburuk, dan mereka berkomitmen kepada sekutu kita.”
Baca Juga : Strategi Indonesia “Incorporated” Apa Maksudnya?
Whitmer menilai ketegangan antara AS dan sekutu Eropa, termasuk isu perdagangan dan dorongan Trump terkait Greenland, telah mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap Washington. Namun, ia menegaskan situasi tersebut masih dapat diperbaiki.
“Akan membutuhkan waktu untuk membangun kembali, tetapi saya yakin kita akan melakukannya,” kata gubernur Michigan itu.
Sementara itu, Whitaker menegaskan bahwa NATO saat ini berada dalam kondisi yang lebih kuat, terutama setelah tekanan dari Presiden Donald Trump agar sekutu meningkatkan belanja pertahanan.
“Amerika Serikat terus hadir, dan kami akan terus hadir. Kami hanya mengharapkan sekutu kami juga sama kuatnya,” kata Whitaker.
