Fantastis! OJK Catat Kontribusi Keuangan ke RI Rp9.540 T
Pjs Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab dipanggil Kiki, mengungkapkan bahwa sektor jasa keuangan terus menunjukkan peran strategis untuk mendukung pembangunan nasional.
Sampai akhir 2025, kontribusi pembiayaan pembangunan yang disalurkan sektor jasa keuangan mencapai sekitar Rp9.540 triliun. Sementara itu, kredit perbankan tumbuh 9,53 persen secara tahunan. Kedua hal tersebut mencerminkan likuiditas serta solvabilitas industri yang tetap solid.
Baca Juga: OJK Awasi Perbankan dengan Teknologi AI, Makin Ketat!
“Sinergi kuat OJK dengan Kemenko Perekonomian, BI, Kementerian Keuangan, LPS dalam KSSK serta tentu saja PUJK telah beri kontribusi signifikan terhadap pencapaian tersebut,” ujar Kiki dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, Kamis (5/2/2026).
Menurut dia, situasi itu menandakan kapasitas permodalan sektor jasa keuangan yang besar untuk meneruskan pembiayaan pembangunan ke depan.
Tidak hanya perbankan, kontribusi juga datang dari subsektor-subsektor yang lain, seperti modal ventura, pergadaian, perusahaan pembiayaan, sampai pinjaman online, yang memperkuat pendalaman pasar keuangan nasional. secara keseluruhan.
Memasuki tahun ini, OJK mencermati peningkatan fragmentasi geopolitik sekaligus geoekonomi global dapat berkemungkinan memicu perubahan pola aliran modal internasional.
Meskipun demikian, Kiki optimistis perekonomian Indonesia tetap resilient dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen pada 2026. Ini didukung oleh stabilitas sistem keuangan serta kapasitas pembiayaan domestik yang kuat.
Baca Juga: Purbaya Heran Banyak Perusahaan Asing Tak Bayar Pajak
