Ford Siap Kembali ke Indonesia, Bakal Bangun Pabrik & Pindahkan Produksi dari India
Kabar besar kembali muncul dari industri otomotif nasional. Setelah bertahun-tahun hengkang dari pasar Indonesia, produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford, disebut sedang mempersiapkan langkah strategis untuk kembali berinvestasi secara signifikan.
Pemerintah mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah menyampaikan rencana bisnis baru yang jauh lebih agresif daripada sebelumnya.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengonfirmasi bahwa Ford tidak sekadar berniat kembali, tetapi juga berencana menempatkan Indonesia sebagai basis produksi. Rencananya, mereka akan tetap membangun pabrik di Indonesia dan akan memindahkan sebagian fasilitas mereka di India ke Indonesia.
Baca Juga: BKPM Sebut Toyota Minat Bangun Pabrik Etanol di RI – Economix
Rencana ini menunjukkan kepercayaan Ford terhadap daya saing industri otomotif Indonesia, baik dari sisi pasar maupun ekosistem manufaktur.
Faisol menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan sepanjang investasi tersebut membawa dampak positif bagi industri nasional.
Namun, kepulangan Ford tidak serta-merta menghentikan kerja sama yang telah terjalin. Pemerintah memastikan transisi akan berjalan bertahap dengan tetap mempertimbangkan komitmen sebelumnya.
“Sebelum itu kerjasama mereka dengan PT Handal masih akan dijalankan jadi masih akan di skema sampai 2028, mudah-mudahan semua lancar kita monitor terus perkembangannya,” ujar Faisol dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (15/12/2025).
Roadmap Investasi dan Permintaan Kepastian Regulasi
Ford menyiapkan peta jalan yang mencakup perluasan jaringan dealer nasional, penambahan volume impor Completely Built-Up (CBU), hingga langkah besar memulai perakitan lokal pada 2028.
Perusahaan juga memaparkan rencana impor CBU untuk periode 2024–2027, serta investasi perakitan lokal senilai Rp76 miliar yang akan diperkuat dukungan pengembangan jaringan dealer sebesar Rp25 miliar.
Di sisi regulasi, Ford meminta pandangan pemerintah terkait arah kebijakan industri, investasi, perdagangan, dan fiskal yang akan memengaruhi rencana bisnis mereka. Dalam hal ini, membahas penyesuaian regulasi untuk produksi double cabin dan SUV, persyaratan CKD, prosedur pengujian tipe kendaraan, serta perkembangan negosiasi tarif resiprokal Indonesia–Amerika Serikat.
Baca Juga: Robotaxi Waymo Masuk Freeway! Ancaman Serius bagi Driver Online – Economix
Ford menyoroti bahwa regulasi Completely Knocked Down (CKD) saat ini masih menjadi tantangan bagi lini kendaraan pick-up mereka. Menanggapi hal ini, Faisol menyatakan bahwa pemerintah pada prinsipnya mendukung upaya industrialisasi Ford dan siap meninjau serta memperbarui ketentuan yang perlu disesuaikan dengan dinamika industri.
Langkah Ford ini dinilai sebagai sinyal positif bagi iklim investasi otomotif Indonesia, sekaligus ujian bagi kemampuan pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
