Robotaxi Waymo Masuk Freeway! Ancaman Serius bagi Driver Online
Ancaman terhadap pekerjaan para driver online kini semakin nyata. Waymo, perusahaan robotaxi milik Alphabet, resmi memperluas operasional mobil tanpa pengemudinya ke jalur freeway di tiga kota besar Amerika Serikat, yaitu San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles.
Dengan izin baru ini, robotaxi Waymo kini dapat mengangkut penumpang melalui rute jalan tol, jalur transportasi tercepat dan paling vital bagi mobilitas warga AS. Langkah ekspansi ini dilakukan karena perusahaan menilai teknologi autonomous driving mereka telah cukup matang untuk melaju di kecepatan tinggi tanpa intervensi manusia.
Baca Juga : Bos Judol Resmi Diekstradisi ke Tiongkok
Co-CEO Waymo, Dmitri Dolgov, menegaskan bahwa navigasi di freeway merupakan tantangan besar bagi kendaraan otonom. Sistem harus bekerja dengan ketepatan ekstrem karena tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun.
Keputusan ekspansi ini bukan dilakukan dalam waktu singkat. Waymo telah menguji kemampuan berkendara di freeway selama lebih dari satu dekade. Pengujiannya mencakup simulasi skenario berisiko tinggi seperti motor yang menyalip di antara jalur, kendaraan terguling, hingga kondisi lalu lintas padat dengan manuver cepat. Dalam setahun terakhir, perusahaan juga melakukan uji coba rute freeway bersama pegawai internal Alphabet.
Sebelum mendapat izin beroperasi, Waymo harus memenuhi protokol tambahan dan memastikan kerja sama erat dengan otoritas keselamatan di California dan Arizona.
Ekspansi Waymo kini semakin agresif. Setelah beroperasi penuh di empat kota, mereka menargetkan perluasan layanan ke Miami, San Diego, dan Washington D.C pada 2026. Uji coba juga sedang berlangsung di kota besar lainnya seperti New York, Tokyo, dan London.
Baca Juga : Purbaya Ungkap Modus Impor Nakal yang Rugikan Negara
Layanan Waymo di Bay Area juga diperluas hingga ke San Jose, termasuk akses ke Bandara Internasional San Jose Mineta, bandara kedua yang terhubung dengan robotaxi Waymo setelah Phoenix Sky Harbor.
Fenomena ini menekan pesaing seperti Tesla. Meski Tesla mengklaim memiliki teknologi “Robotaxi”, layanan mereka masih sepenuhnya bergantung pada pengemudi manusia karena keterbatasan teknis dan masalah perizinan di California. Sementara itu, Waymo sudah melangkah lebih jauh dengan robotaxi komersial yang benar-benar tanpa sopir.
