GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pegang 24,99% Saham
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) angkat bicara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia yang mencuat setelah platform e-commerce tersebut berada di bawah kendali TikTok.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Tokopedia memangkas hingga 90 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari proses penyesuaian organisasi.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO saat ini masih memiliki 24,99 persen saham di Tokopedia meski mayoritas kepemilikan telah beralih ke TikTok sejak akhir 2023.
Baca Juga: Dugaan Rekayasa Keuangan Ditemukan Danantara di Pos Indonesia
GoTo Sebut Dampak PHK terhadap Perseroan Terbatas
Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, mengatakan perseroan menghormati setiap keputusan yang diambil manajemen Tokopedia terkait rencana penyesuaian organisasi.
“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ungkap Simon dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (4/7/2026).
Menurut GOTO, dampak finansial yang mungkin timbul dari kebijakan tersebut hanya terbatas pada akun laba rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.
Hal itu karena investasi perseroan di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai standar akuntansi yang berlaku.
“Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan Ventura Bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas,” jelas dia.
GOTO juga menegaskan bahwa kabar PHK tersebut tidak diperkirakan menimbulkan dampak material terhadap laba rugi perusahaan maupun biaya layanan e-commerce yang diterima dari Tokopedia.
“Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut,” tambah dia.
Baca Juga: Rumor PHK 90 Persen Karyawan Direspons TikTok
TikTok Akui Lakukan Penyesuaian Organisasi
Sementara itu, TikTok selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia mengakui tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (research and development/R&D).
Namun, perusahaan tidak mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak dalam proses tersebut.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan yang dikutip Jumat (3/7/2026).
Kabar PHK massal sebelumnya mencuat melalui unggahan akun Instagram @ecommurz yang menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan pengurangan karyawan besar-besaran di Tokopedia dan hanya menyisakan sekitar 10 persen pegawai pada awal Juli 2026.
Menanggapi isu tersebut, TikTok menyatakan penyesuaian organisasi dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis jangka panjang.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” tutur Juru Bicara TikTok.
Ini bukan kali pertama Tokopedia dikaitkan dengan isu efisiensi tenaga kerja sejak TikTok mengakuisisi 75 persen saham perusahaan pada akhir 2023. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan disebut beberapa kali melakukan restrukturisasi sebagai bagian dari upaya penyesuaian bisnis.

[…] GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pegang 24,99% Saham […]