Houthi Serang Bandara Arab Saudi, Pakistan Tegaskan Dukungan
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi yang dilaporkan menimbulkan korban tewas dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Sharif menegaskan, Pakistan akan terus mendukung keamanan dan kedaulatan Arab Saudi sesuai dengan perjanjian pertahanan bersama yang melibatkan kedua negara dan Turkiye.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (9/10/2026), setelah serangan Houthi dilaporkan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha.
“Pakistan berdiri dalam solidaritas yang teguh bersama kepemimpinan dan rakyat Kerajaan Arab Saudi yang merupakan saudara kami,” kata Sharif melalui platform media sosial X.
Baca Juga: Jepang Tegur China karena Tak Sebut Jabatan PM Sanae Takaichi
Sharif juga mengapresiasi kesiapsiagaan dan profesionalisme militer Arab Saudi beserta pasukan koalisinya dalam mencegat rudal balistik yang diluncurkan Houthi.
Menurut dia, upaya tersebut menunjukkan komitmen pasukan Saudi dalam melindungi warga sipil dan menjaga keamanan negara.
“Komitmen kami terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Kerajaan sangatlah kokoh. Kami juga mendukung sepenuhnya hak sah Arab Saudi untuk membela rakyatnya serta melindungi kota-kota dan infrastruktur vitalnya,” tulis Sharif, sebagaimana diberitakan Anadolu Agency.
Houthi Klaim Serang Bandara di Riyadh
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi pada Kamis (8/10/2026).
Ketiga rudal tersebut dilaporkan mengarah ke Riyadh dan Khamis Mushait.
Sementara itu, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim kelompoknya telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan rudal balistik.
Saree juga menyatakan bahwa serangan tersebut mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara tersebut.
Menanggapi serangan itu, Sharif mendesak kelompok Houthi untuk segera menghentikan aksi militernya terhadap Arab Saudi.
“Milisi Houthi harus segera menghentikan serangan-serangan ini. Kami akan terus berdiri bahu-membahu bersama Arab Saudi dalam menghadapi ancaman-ancaman ini,” tegas Sharif.
Baca Juga: 7 Calon Pengganti Putin, dari Mantan Pengawal sampai Jenderal
Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye Terikat Pakta Pertahanan
Dukungan Pakistan terhadap Arab Saudi berkaitan dengan kerja sama pertahanan yang dibangun bersama Turkiye melalui Aliansi Mekkah.
Ketiga negara menandatangani perjanjian pembentukan aliansi tersebut pada 7 Agustus 2026.
Setelah penandatanganan, Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat kelembagaan serta pelaksanaan perjanjian tersebut.
Melalui pakta itu, ketiga negara membangun kerangka kerja sama pertahanan yang menjadi dasar komitmen Pakistan untuk mendukung kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Arab Saudi.
