Iran Prihatin atas Serangan Houthi ke Arab Saudi
Iran menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya serangan antara kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran dan Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah rentetan serangan selama dua hari di wilayah Arab Saudi menewaskan 14 orang.
Baca Juga: AS Selidiki 5 Jaringan TV setelah Boikot Liputan Trump
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan, pemerintahnya memantau perkembangan situasi di Semenanjung Arab dengan serius.
Teheran juga menyatakan kesediaannya untuk membantu membuka jalan bagi dialog antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
“Kami sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Semenanjung Arab,” kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin (12/10/2026), dikutip dari AFP.
Ia menambahkan bahwa Iran siap “membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat”.
Serangan Houthi yang menghantam Bandara Internasional Riyadh pada Minggu menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.
Insiden tersebut terjadi sehari setelah serangan paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade yang menewaskan 13 orang.
Baqaei menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata berkepanjangan antara kedua negara Muslim tersebut.
Ia mendesak semua pihak untuk mencari jalan keluar melalui perundingan dan komunikasi guna mencegah permusuhan terus berlanjut.
Baca Juga: China Borong Emas 23 Bulan Berturut-turut, Ini Pemicunya
“Kami sama sekali tidak ingin permusuhan dan perang terus berlanjut antara dua negara Islam,” ujarnya.
Baqaei juga meminta pihak-pihak yang terlibat menyelesaikan persoalan tersebut “melalui dialog dan keterlibatan”.
Kelompok Houthi merupakan bagian dari jaringan yang dikenal sebagai Axis of Resistance atau Poros Perlawanan, yakni kelompok-kelompok yang didukung Iran dan menentang Israel.
Jaringan tersebut juga mencakup Hizbullah di Lebanon serta kelompok-kelompok bersenjata Syiah di Irak.
