Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Sudah Tak Berlaku
Iran menyatakan nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi memiliki kekuatan mengikat.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah kembali terjadi aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Washington telah melanggar seluruh komitmen yang tercantum dalam kesepakatan tersebut, sehingga Teheran tidak lagi berkewajiban untuk mematuhinya.
“Amerika tidak hanya melanggar nota kesepahaman, tetapi juga membongkarnya,” ujar Gharibabadi dalam wawancara dengan televisi pemerintah IRIB, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (15/7/2026).
Menurut dia, pelanggaran terhadap satu klausul saja sudah cukup untuk menggugurkan keseluruhan isi kesepakatan.
“Kegagalan untuk menerapkan salah satu klausul sudah cukup untuk meruntuhkan seluruh nota kesepahaman dan sekarang AS telah melanggar semua kewajibannya,” sambung dia.
Baca Juga: Tarif Hormuz DIbatalkan Trump, Pilih Investasi Teluk
Iran Tegaskan Siap Pertahankan Wilayah
Di tengah memanasnya konflik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan mempertahankan setiap jengkal wilayah dari ancaman luar.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan besar akibat serangan yang dilakukan Washington.
“Retorika mereka terus berlanjut, tetapi pertanyaannya adalah apakah mereka telah mencapai tujuan mereka di medan perang?” ujar Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran.
Ia mempertanyakan efektivitas langkah militer yang diambil Amerika Serikat terhadap negaranya.
“Orang-orang yang memutuskan untuk mencoba menghancurkan negara kita, apa yang pada akhirnya dicapai oleh tindakan mereka?” tambah dia.
Trump Umumkan Konflik Kembali Berkobar
Sebelumnya, Presiden Donald Trump secara resmi memberitahu Kongres AS bahwa konflik dengan Iran kembali berlangsung setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.
Laporan New York Times menyebut militer AS melakukan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga secara berturut-turut.
Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah negara di kawasan Teluk.
Baca Juga: Trump Disindir Iran soal Tarif 20 Persen di Selat Hormuz
Trump juga sempat mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Iran dan berencana memberlakukan bea masuk bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Namun, kebijakan tersebut kemudian dibatalkan dan diganti dengan skema kerja sama perdagangan serta investasi bersama negara-negara Teluk.
“Selat Hormuz terbuka untuk semua lalu lintas kapal, kecuali Iran dan itu karena kepemimpinan mereka yang penuh kebohongan, kekerasan, dan kejahatan, yang membawa mereka ke jalan kehancuran total,” tulis Trump.
Dalam wawancara radio terpisah, Trump juga meremehkan arti penting gencatan senjata yang sebelumnya pernah disepakati kedua pihak.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan langkah baru yang akan ditempuh untuk mengakhiri konflik yang kembali memanas tersebut.
