Iran Tegaskan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi
Penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai Iran dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal mulai awal Oktober 2026.
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengatakan sejauh ini tidak ada penerbangan internasional maskapai Iran yang dibatalkan.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (22/9/2026), seluruh penerbangan internasional Iran disebut masih beroperasi sesuai jadwal.
Organisasi tersebut mengatakan setiap perubahan jadwal penerbangan akan disampaikan kepada penumpang terlebih dahulu.
Namun, Organisasi Penerbangan Sipil Iran menegaskan tidak ada instruksi yang dikeluarkan untuk menghentikan penerbangan internasional.
Baca Juga: Perang Yaman Memanas, 154 Orang Tewas dalam Dua Hari
Iran Air Klaim Belum Terima Larangan
Maskapai penerbangan nasional Iran, Iran Air, juga mengklaim belum menerima pemberitahuan mengenai larangan melayani penerbangan ke negara-negara tetangga.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari sebelum Amerika Serikat (AS) dijadwalkan memperketat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran pada Rabu (23/9/2026).
“Iran Air belum menerima pemberitahuan atau instruksi resmi apa pun dari otoritas penerbangan sipil Turki, Republik Azerbaijan, atau Irak mengenai penghentian atau penangguhan penerbangan maskapai ke Istanbul, Baku, dan Najaf,” kata Iran Air dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita negara IRNA, dikutip dari AFP.
Iran saat ini memiliki 27 maskapai penerbangan yang sebagian besar melayani rute domestik.
Iran Air dan Mahan Air menjadi dua maskapai utama yang mengoperasikan penerbangan internasional, terutama menuju negara-negara tetangga.
Namun, sejumlah negara telah mengambil langkah terhadap penerbangan maskapai Iran menjelang pengetatan sanksi AS.
Georgia pada Senin (21/9/2026) melarang maskapai penerbangan Iran memasuki wilayahnya.
Sementara itu, Mahan Air mengatakan telah menangguhkan layanan penerbangan ke Turkiye atas permintaan pemerintah setempat.
Dua sumber di Irak juga mengatakan Baghdad akan menangguhkan penerbangan maskapai Iran setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan kebijakan terkait.
Baca Juga: Amerika Ancam Putus Akses Dollar bagi Negara yang Layani Maskapai Iran
AS Ancam Putus Akses Dollar
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya memperingatkan maskapai Iran akan kesulitan beroperasi secara global dalam dua hari setelah sanksi diperketat.
Peringatan tersebut disampaikan ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran.
“Pada tanggal 23 September, semua maskapai penerbangan Iran akan ditutup di seluruh dunia,” kata Bessent kepada CNBC dalam sebuah wawancara, Senin (21/9/2026).
Bessent mengatakan maskapai Iran yang tetap beroperasi akan menghadapi pembatasan terhadap berbagai layanan penerbangan.
“Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat menyediakan bahan bakar, Anda tidak dapat menyediakan layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan tersingkir dari sistem dollar,” tambahnya.
