KLH Setop Sementara Operasi Tambang PTAR, Segini Produksi Emasnya
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional tambang emas milik PT Agincourt Resources (PTAR) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas terjadinya banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, sejak mulai beroperasi pada 24 Juli 2012, tambang ini mampu mengolah lebih dari 6 juta ton bijih setiap tahun. Produksinya juga konsisten menghasilkan lebih dari 200.000 ounce emas serta 1–2 juta ounce perak per tahun.
Adapun Tambang Emas Martabe yang dikelola PTAR berlokasi di Tapanuli Selatan memiliki area seluas 646,08 hektar per Desember 2024. Kegiatan operasionalnya dijalankan berdasarkan Kontrak Karya (KK) selama 30 tahun bersama Pemerintah Indonesia.
Baja Juga: Pertemuan Prabowo Bahas Penertiban Hutan dan Tambang – Economix
Awalnya pada 1997, wilayah pertambangan memiliki cakupan hingga 6.560 km². Seiring waktu, area konsesi tersebut berkembang menjadi 130.252 hektar (1.303 km²), mencakup Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal.
Sumber daya mineral tambang diperkirakan mencapai 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ounce perak hingga Juni 2025. Sementara itu, cadangan bijihnya diperkirakan sebesar 3,56 juta ounce emas dan 31 juta ounce perak.
Senior Manager Corporate Communications Agincourt, Katarina Siburian Hardono, menyatakan bahwa perusahaan telah menghentikan operasional sejak 6 Desember 2025.
“Sejak 6 Desember kami sudah menghentikan produksi. Besok kami memenuhi pemanggilan Gakkum KLH untuk verifikasi data. Kami menghormati dan mendukung seluruh prosesnya,” ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (9/12/2025).
Katarina menjelaskan bahwa perusahaan saat ini masih memprioritaskan upaya tanggap darurat di wilayah terdampak di Tapanuli Selatan. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Hunian Baru untuk Korban Banjir Sumatera – Economix
“Saat ini kami masih fokus melanjutkan upaya tanggap darurat di wilayah terdampak di Tapanuli Selatan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.
