Konflik Memanas, Iran Ancam Targetkan Kilang Minyak Negara Teluk
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah serangan udara yang dilancarkan Tel Aviv menghantam sejumlah fasilitas energi di sekitar ibu kota Iran, Teheran. Serangan tersebut memicu ancaman balasan dari Iran dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Laporan The Guardian menyebutkan bahwa militer Israel menyerang sedikitnya lima lokasi energi di sekitar Teheran pada Minggu (8/3/2026). Serangan tersebut memicu ledakan besar yang menimbulkan bola api serta asap hitam pekat yang terlihat di langit kota.
Perusahaan distribusi minyak Iran melaporkan empat pekerja tewas setelah fasilitas penyimpanan bahan bakar menjadi sasaran serangan. Ledakan juga terdengar hingga kota Karaj yang berada tidak jauh dari Teheran.
Baca Juga: Rapat Maraton Digelar Prabowo di Hambalang, Fokus Timur Tengah-Mudik
Iran Ancam Balas Serangan Infrastruktur Energi
Menanggapi serangan tersebut, pihak militer Iran memberikan peringatan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik, khususnya jika fasilitas energi terus menjadi target serangan.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan Iran siap melakukan pembalasan yang dapat berdampak pada pasar energi global.
“Jika Anda bisa menoleransi harga minyak lebih dari US$200 per barel (sekitar Rp3,1 juta per barel), lanjutkan permainan ini,” ujar juru bicara IRGC, seperti yang dikutip dari media pemerintah Iran, Senin (9/3/2026).
Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran di pasar energi dunia. Iran diketahui menyumbang sekitar 4 persen produksi minyak global, dengan sebagian besar ekspornya dikirim ke China.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah Amerika Serikat berupaya menenangkan pasar energi internasional. Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran.
“Serangan terhadap fasilitas minyak Iran dilakukan oleh Israel. Amerika Serikat tidak akan menargetkan infrastruktur energi Iran,” kata Wright kepada CNN International.
Ia juga memperkirakan gangguan terhadap pasokan energi global kemungkinan hanya berlangsung sementara.
“Gangguan pasokan energi kemungkinan hanya akan berlangsung singkat, paling lama beberapa minggu,” ujar dia.
Baca Juga: BGN Buka Suara soal Program MBG Dinilai Bukan untuk Ladang Bisnis
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Iran juga mengalami perubahan kepemimpinan. Para ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru.
Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan militer.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, majelis ulama menyatakan keputusan tersebut diambil melalui proses pemungutan suara.
Majelis ulama juga menyerukan masyarakat Iran untuk bersatu di bawah kepemimpinan baru tersebut.
Pengangkatan Mojtaba Khamenei menjadi momen bersejarah bagi Iran karena untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran, posisi pemimpin tertinggi berpindah langsung dari ayah kepada anak.
Namun keputusan tersebut berpotensi memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat. Mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa hasil pemilihan tersebut tidak dapat diterima.
Trump bahkan memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya “tidak akan bertahan lama” jika tidak memperoleh persetujuan dari Washington terlebih dahulu.
Baca Juga: Iran Siap Perang Panjang vs AS-Israel, Siap “Pamer” Rudal Baru

[…] Konflik Memanas, Iran Ancam Targetkan Kilang Minyak Negara Teluk […]
[…] Konflik Memanas, Iran Ancam Targetkan Kilang Minyak Negara Teluk […]