Mamdani Tak Ikut Demo Saat Netanyahu Datang ke New York
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memastikan dirinya tidak akan ikut dalam demonstrasi yang direncanakan untuk menentang kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York.
Netanyahu dijadwalkan berada di New York pada 23-25 September 2026 untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato pada 24 September. Kedatangan Netanyahu diperkirakan kembali diwarnai aksi demonstrasi terkait kebijakan pemerintah Israel dan perang di Gaza.
“Saya tidak punya rencana untuk menghadiri demonstrasi apa pun di Sidang Majelis Umum PBB,” kata Mamdani, seperti dikutip The Telegraph.
Mamdani juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta warga New York untuk turun ke jalan. Menurutnya, sikap yang disampaikan selama ini sebatas mengakui hak masyarakat untuk melakukan demonstrasi.
Baca Juga : China Resmikan Terusan Pinglu, Pangkas Rute ke Laut
“Kepada warga New York, saya tidak pernah mendorong mereka untuk berdemonstrasi. Yang selalu saya sampaikan adalah mereka memiliki hak untuk melakukannya di kota ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan komentarnya pada 22 Juli lalu. Saat itu, Mamdani mengatakan pemerintah kota akan menghormati keputusan warga yang memilih berdemonstrasi sebagai bentuk kekecewaan atau penolakan terhadap Netanyahu.
“Jika seseorang merasakan tingkat frustrasi atau penolakan, demonstrasi adalah sesuatu yang akan selalu kami hormati,” kata Mamdani saat itu. “Saya menyerahkannya kepada warga New York sendiri untuk membuat keputusan tersebut.”
Komentar tersebut kemudian menuai kritik dari kelompok Yahudi dan pro-Israel di New York. Mereka menilai pernyataan Mamdani dapat dipahami sebagai dukungan terhadap aksi demonstrasi menentang Netanyahu.
Pengkritik Keras Netanyahu
Mamdani selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Netanyahu. Ia sebelumnya menyebut perdana menteri Israel tersebut sebagai penjahat perang dan mengecam kebijakan Israel dalam perang di Gaza.
Sebelum terpilih sebagai wali kota, Mamdani juga beberapa kali menghadiri demonstrasi pro-Palestina di New York. Salah satunya berlangsung pada Juli 2023 ketika ia turut memimpin seruan dalam aksi di Manhattan.
Namun, sejak menjabat sebagai wali kota, Mamdani tidak lagi menghadiri demonstrasi semacam itu.
Sebelum menjadi wali kota, Mamdani juga pernah menyatakan akan menghormati surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu apabila sang perdana menteri datang ke New York.
Pada Juli lalu, Mamdani kemudian mengakui bahwa wali kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menangkap Netanyahu. Ia lantas menyerukan agar pemerintah federal AS mengambil tindakan.
Amerika Serikat dan Israel bukan anggota ICC. Pemerintahan Donald Trump juga telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan pengadilan tersebut dan sebelumnya menyatakan Netanyahu tidak akan ditangkap saat menghadiri agenda PBB.
Israel Kritik Mamdani
Sikap Mamdani terhadap Netanyahu dan pemerintah Israel turut mendapat kritik dari pejabat Israel.
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon sebelumnya menuduh Mamdani memperkeruh situasi menjelang Sidang Majelis Umum PBB. Danon mengatakan aksi demonstrasi besar diperkirakan berlangsung ketika Netanyahu berada di New York.
“Saya menyarankan Wali Kota Mamdani untuk fokus pada tanggung jawab dan tugasnya sebagai wali kota dan tidak menebar kekacauan di kota,” kata Danon kepada Times of Israel.
Baca Juga : Houthi Akui Tembak Jatuh Jet Tempur Milik Saudi
Di sisi lain, sejumlah organisasi Yahudi di New York memang telah mengumumkan rencana aksi pada 23 September, sehari sebelum Netanyahu dijadwalkan berpidato di PBB. Aksi tersebut ditujukan untuk menyerukan langkah lebih tegas dalam menghadapi antisemitisme.
Ketegangan antara Mamdani dan pihak Israel juga muncul dalam beberapa pekan terakhir. Partai Likud pimpinan Netanyahu bahkan sebelumnya merilis video kampanye berbasis AI yang menampilkan Mamdani bersama sejumlah tokoh yang diposisikan sebagai lawan Israel, termasuk pemimpin Iran dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Menanggapi kekhawatiran mengenai keamanan selama rangkaian Sidang Majelis Umum PBB, Mamdani menegaskan pemerintah kota tetap siap menjaga keamanan warga dan seluruh agenda internasional di New York.
Ia juga mengatakan tidak ada ancaman spesifik yang diperkirakan terjadi terkait rangkaian kegiatan tersebut.
