Netanyahu Dilaporkan Kunjungi UEA secara Mendadak
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan melakukan kunjungan mendadak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu dengan pemimpin negara Teluk tersebut.
Kabar kunjungan itu dilaporkan sejumlah media Israel pada Minggu (27/9/2026), termasuk Saluran TV 12, KAN, surat kabar Haaretz, dan The Jerusalem Post.
Kantor perdana menteri Israel belum memberikan komentar terkait laporan tersebut hingga berita ini ditulis.
Kunjungan yang dilaporkan tersebut berlangsung ketika Timur Tengah masih dilanda perang Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang berlangsung sejak Februari, dikutip dari AFP, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Korea Selatan Minta Ukraina Minta Maaf soal Tawanan Korut
Hubungan Israel-UEA Semakin Erat
Laporan kunjungan Netanyahu ke UEA muncul beberapa pekan setelah media Israel memberitakan bahwa Presiden UEA pernah memperingatkan Netanyahu menjelang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Namun, peringatan tersebut disebut tidak diteruskan Netanyahu kepada dinas keamanan Israel, sementara Netanyahu membantah laporan tersebut.
Israel dan UEA secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Kesepakatan Abraham yang dinegosiasikan oleh AS.
Pada Juni 2026, seorang pejabat senior Israel mengatakan hubungan diplomatik kedua negara justru semakin erat di tengah perang melawan Iran.
Kedekatan tersebut ditandai dengan meningkatnya kerja sama militer serta terbukanya peluang baru dalam bidang perdagangan dan bisnis.
Pejabat Israel yang berbasis di kawasan Teluk itu juga mengatakan dua delegasi dari Israel dijadwalkan mengunjungi UEA pada pekan berikutnya.
Salah satu delegasi berasal dari Kementerian Transportasi Israel yang akan membahas proyek koridor perdagangan regional yang menghubungkan India, Timur Tengah, hingga Eropa.
Kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama sejak perang pecah pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel menyerang Iran dan memicu serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara Teluk.
Baca Juga: RI Resmi Calonkan Diri Jadi Anggota DK PBB 2029-2030
“Ini menghadirkan peluang untuk mempererat hubungan. Kami percaya pada pasar ini, kami percaya orang-orang harus datang. Ada banyak peluang untuk kerja sama,” kata pejabat Israel itu, dikutip dari AFP, Selasa (2/6/2026).
“Peningkatan kerja sama akan terus berkembang, tidak hanya dalam kerja sama militer,” sambungnya.
Pejabat tersebut bahkan menyebut Israel sebagai “sahabat sejati” UEA.
“Israel membuktikan dirinya sebagai sahabat sejati UEA ketika negara-negara lain tidak melakukannya,” ujarnya.
“Israel datang untuk berdiri berdampingan, di negara seperti UEA, hal itu sangat berarti,” sambungnya.
