Trump Minta Xi Jinping Bantu Turunkan Harga BBM AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Presiden China Xi Jinping meningkatkan produksi sejumlah produk minyak olahan untuk membantu menstabilkan pasokan energi global.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan harga bensin dan solar di AS yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Permintaan Trump disampaikan saat Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke AS pada 23-25 September 2026, yang menjadi kunjungan pertama pemimpin China tersebut ke wilayah AS dalam lebih dari satu dekade.
Permintaan itu muncul ketika pasar energi global menghadapi gangguan pasokan akibat perang Iran yang dimulai AS dan Israel pada akhir Februari.
Baca Juga: Korsel Minta Ukraina Minta Maaf soal Tawanan Korea Utara
Trump Minta China Tambah Pasokan Produk Minyak
Iran hingga kini masih menguasai Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Trump juga dilaporkan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama tujuh hari.
Gangguan pasokan energi tidak hanya terjadi di Timur Tengah, tetapi juga dipengaruhi kondisi Rusia yang masih menghadapi sanksi negara-negara Barat setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
Serangan drone dan rudal Ukraina terhadap kilang minyak Rusia pada tahun ini juga memangkas produksi diesel negara tersebut hampir 30 persen dan memaksa Rusia mengurangi ekspor ke luar negeri.
China sendiri merupakan salah satu produsen utama produk minyak olahan, termasuk bensin dan diesel.
Namun, Beijing sebelumnya membatasi ekspor bensin dan diesel untuk menjaga persediaan domestik, menurut laporan Newsweek.
China Punya Cadangan Minyak Besar
Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), China telah mengumpulkan persediaan minyak hampir 1,4 miliar barrel hingga akhir 2025.
Beijing diperkirakan menambah rata-rata 1,1 juta barrel minyak mentah ke dalam cadangannya setiap hari sepanjang 2025.
China kemudian melonggarkan ekspor bahan bakar olahan di tengah gangguan pasokan akibat perang Iran.
Reuters melaporkan ekspor produk minyak olahan China meningkat hampir 13 persen secara tahunan ketika perang Iran berlanjut.
Ekspor bahan bakar jet China juga mencapai rekor pada Agustus 2026.
Sementara itu, harga diesel di AS terus meningkat dan memberikan tekanan kepada rumah tangga, petani, perusahaan angkutan truk, serta bisnis konstruksi yang bergantung pada bahan bakar tersebut.
Data American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata diesel mencapai hampir 6,50 dollar AS atau sekitar Rp 116.451 per galon pada Sabtu (26/9/2026) pagi.
Harga tersebut naik dari sekitar 3,70 dollar AS atau Rp 66.287 per galon pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Harga diesel bahkan sempat mencapai hampir 6,53 dollar AS atau sekitar Rp 116.988 per galon pada Selasa.
Baca Juga: Iran Tunggu Jawaban Resmi AS tentang Proposal Hormuz
Harga Bensin AS Tembus 5 Dollar di Sejumlah Negara Bagian
Harga rata-rata bensin di AS hampir mencapai 4,49 dollar AS atau sekitar Rp 80.441 per galon pada Sabtu pagi.
Harga bensin di enam negara bagian bahkan telah menembus 5 dollar AS atau sekitar Rp 89.578 per galon.
AAA mencatat harga rata-rata bensin reguler nasional naik hampir 5 sen dalam sepekan.
Menurut AAA, awal musim gugur biasanya diikuti penurunan harga bensin, tetapi volatilitas di Selat Hormuz dan tingginya harga minyak mentah justru mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
AAA memperkirakan harga bensin berada di jalur untuk mencetak rekor baru pada September.
Lonjakan harga energi juga menjadi persoalan politik bagi Gedung Putih menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.
Trump sebelumnya meremehkan dampak ekonomi perang tersebut dan menyebutnya sebagai “harga yang sangat murah” untuk apa yang telah dilakukan AS di Iran.
Sejumlah anggota Partai Republik kemudian mengusulkan penghentian ekspor diesel dan penangguhan pajak bensin.
Politico juga melaporkan Trump mempertimbangkan larangan ekspor selama 90 hari menjelang pemilu paruh waktu, tetapi seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu lainnya dari Politico.
Sejumlah kandidat dan anggota Partai Republik juga menyerukan agar perang Iran segera diakhiri dengan mengaitkannya pada kenaikan harga BBM.
Strategi politikus Partai Republik Chris Wilson mengatakan harga bensin menjadi salah satu indikator ekonomi yang dapat dirasakan pemilih secara langsung karena mereka melihat harganya beberapa kali dalam sepekan.
