Netanyahu Murka, Seruan Penangkapan Mamdani Picu Polemik
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, merespons keras pernyataan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang sebelumnya menyerukan penegakan surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap dirinya.
Netanyahu menilai video pernyataan Mamdani yang dirilis pekan lalu sebagai bentuk provokasi dan ujaran kebencian. Menurutnya, wali kota New York tersebut telah memperkeruh situasi dengan mengeluarkan tuduhan terhadap dirinya terkait konflik Gaza.
Dalam wawancara di program “Sunday Morning Futures” di Fox News, Netanyahu mengecam sikap Mamdani yang menyebutnya sebagai penjahat perang serta kritik terhadap operasi militer Israel di Gaza.
Baca Juga : Purbaya Sebut Harga Minyak 100 Dollar AS Tak Ganggu APBN
“Dia sedang menyulut kebencian. Dia mencoba untuk mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya,” kata Netanyahu, dikutip dari New York Times.
Netanyahu Kaitkan Pernyataan Mamdani dengan Serangan di Manhattan
Netanyahu juga menghubungkan pernyataan Mamdani dengan insiden penusukan terhadap dua pria di kawasan Upper West Side, Manhattan. Ia menyebut serangan tersebut tidak terjadi secara kebetulan setelah video Mamdani beredar luas.
Insiden itu terjadi pada Kamis (23/7/2026), ketika Raul Morales diduga menyerang seorang pria Asia berusia 57 tahun bernama Chok Sung sebelum kemudian menikam seorang pria Yahudi bernama Moshe Yezhak Grunhaus.
Polisi New York telah menangkap Morales dan menetapkannya sebagai tersangka atas dua tuduhan percobaan pembunuhan yang dikategorikan sebagai kejahatan kebencian.
Meski demikian, Komisaris Polisi Jessica Tisch mengatakan penyidik masih mendalami motif utama pelaku, termasuk kemungkinan adanya faktor gangguan kesehatan mental. Kedua korban dilaporkan selamat dari serangan tersebut.
“Dia seharusnya menjadi wali kota untuk semua warga New York, Yahudi, Kristen, Muslim, semua orang,” ujar Netanyahu.
Mamdani Tegaskan Komitmen Melawan Antisemitisme
Menanggapi tudingan tersebut, pihak Mamdani menegaskan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen melindungi seluruh warga New York, termasuk komunitas Yahudi.
Juru bicara Mamdani, Joe Calvello, mengutip wawancara dengan New York Post pada Sabtu (25/7/2026), mengatakan pihaknya akan terus mengambil langkah untuk melawan antisemitisme di seluruh wilayah kota.
“Kita tahu bahwa meskipun warga Yahudi New York merupakan minoritas di kota ini, mereka tetap menjadi mayoritas korban dari semua kejahatan kebencian,” kata Mamdani.
Baca Juga : Israel Tewaskan Senior Hamas dalam Serangan ke Gaza
“Ini adalah kota yang tidak hanya akan berupaya menjaga keselamatan warga Yahudi New York, kami juga akan merayakan dan menghargai warga Yahudi New York,” sambungnya.
Sebelumnya, Mamdani mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pengacara kota mengenai kemungkinan penangkapan Netanyahu apabila perdana menteri Israel tersebut datang ke New York.
Namun, setelah melakukan kajian hukum, Mamdani menyatakan Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukan penangkapan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam video yang telah ditonton jutaan orang dan menjadi sorotan publik internasional.

[…] Netanyahu Murka, Seruan Penangkapan Mamdani Picu Polemik […]
[…] Netanyahu Murka, Seruan Penangkapan Mamdani Picu Polemik […]