Pertamina Temukan 724 Juta Barel, Terbesar 10 Tahun
PT Pertamina (Persero) mengumumkan penemuan sumur berisi potensi migas sebesar 724 juta barel, yang disebut sebagai temuan terbesar dalam satu dekade terakhir. Informasi ini disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, saat memaparkan berbagai capaian perseroan.
Penemuan tersebut berupa migas non-konvensional (MNK), dan diklaim menjadi yang terbesar di sektor hulu migas dalam 10 tahun terakhir. Oki menyebut potensi yang ditemukan mencapai 724 juta barel setara minyak (BOE) hanya dari satu struktur, menandakan peluang MNK Indonesia jauh lebih besar.
Baca Juga : China Stop Turis! Ekonomi Jepang Terancam
Temuan ini juga menjadi salah satu penemuan migas, baik konvensional maupun non-konvensional terbesar yang pernah dicapai Pertamina Group.
Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mengumumkan penemuan ini pada November 2024. Temuan tersebut berasal dari Sumur Gulamo DET-1, yang menjadi sumur MNK pertama di Indonesia yang berhasil menunjukkan adanya aliran hidrokarbon ke permukaan.
MNK merupakan migas yang terperangkap dalam batuan reservoir berbutir halus dengan permeabilitas rendah. Migas jenis ini hanya ekonomis jika diproduksi menggunakan metode pengeboran horizontal dan teknik stimulasi hydraulic fracturing, seperti shale oil, shale gas, tight sand oil, tight sand gas, gas metana batubara, hingga methane-hydrate.
Penemuan besar ini memperlihatkan bahwa upaya Pertamina mengembangkan potensi migas non-konvensional mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Di sisi lain, Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, memaparkan langkah-langkah perusahaan dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Baca Juga : Danantara Desak Himbara Kejar Skala DBS dan HSBC
