PHK Capai 79 Ribu Orang, Purbaya: Pemerintah Dorong Permintaan dan Modal Kerja
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025, yang tercatat mencapai 79.302 orang.
Menurutnya, lonjakan PHK tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional yang melemah sepanjang tahun ini.
Purbaya menjelaskan, perlambatan ekonomi terjadi selama sekitar sembilan hingga sepuluh bulan pertama 2025. Kondisi tersebut berdampak langsung pada permintaan (demand) yang melemah, sehingga mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk melalui PHK.
Baca Juga: Danantara Kantongi Hampir Rp16 Triliun dari Dividen Interim BBRI dan BMRI
Peningkatan jumlah PHK itu, kata dia, menjadi cerminan nyata dari perlambatan ekonomi yang terjadi pada periode tersebut.
Ia menambahkan, pelemahan ekonomi sebenarnya juga telah berlangsung sejak tahun sebelumnya. Namun, pada 2025, kondisi ekonomi dinilai masih bergerak lambat hingga memasuki sepuluh bulan pertama tahun berjalan.
Hal inilah yang kemudian memicu tekanan terhadap dunia usaha dan pasar tenaga kerja.
“PHK kan terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, 9 bulan pertama, tahun sebelumnya juga jelek kan. Tahun ini 10 bulan pertama jadi ekonomi slow. Itulah gambaran bahwa ekonomi kita waktu itu slow,” kata Purbaya dikutip pada Rabu (24/12/2025).
Meski demikian, Purbaya optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan membaik pada tahun depan.
Ia menilai perbaikan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah dan bank sentral yang semakin sinkron ke depan.
Dengan membaiknya perekonomian, Purbaya meyakini pertumbuhan lapangan kerja akan kembali muncul. Ia mengakui bahwa isu ketenagakerjaan dan aktivitas usaha menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
Purbaya menyatakan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan semaksimal mungkin, khususnya melalui upaya penciptaan permintaan dan peningkatan akses pembiayaan modal kerja.
Purbaya Siapkan Pembiayaan Rp2 Triliun untuk Industri Tekstil dan Furnitur.
Baca Juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan Rp2 Triliun untuk Industri Tekstil dan Furnitur
