Prabowo Panggil Eks Menlu, Seskab Teddy Ungkap Hasil Pertemuan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (TIW) mengumumkan hasil rapat Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) serta Wakil Menlu (Wamenlu).
Pertemuan yang digelar di Istana Negara pada Rabu (4/2/2026) siang itu juga dihadiri akademisi di bidang hubungan internasional serta pimpinan Komisi I DPR RI.
Menurut dia, rapat tersebut juga diadakan dalam rangka berdiskusi terkait keadaan politik luar negeri Indonesia.
Baca Juga: Soal Isu Minyak Rusia Masuk Indonesia, Pertamina Buka Suara
Ia juga mengungkapkan bagaimana Presiden memberikan sejumlah keterangan tentang situasi yang terjadi, sekaligus mendengarkan masukan dan menjawab pertanyaan dari tokoh yang hadir.
Teddy melanjutkan, ada dua inti pertemuan, yaitu tentang diplomasi luar negeri RI yang selalu mengutamakan pencapaian konkret untuk bangsa serta penjelasan terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Trump.
Berikut ini unggahan lengkap yang dilansir dari media sosial Instagram @sekretariat.kabinet:
“Inti dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Presiden menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang beliau lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal penting yang telah dicapai dalam 1 tahun terakhir ini:
a. Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, diantaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia.
b. Penetapan tarif dagang 0% di 27 negara Uni Eropa.
c. Kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi di mana Indonesia akan mempunyai fasilitas sendiri, khusus bagi jamaah haji Indonesia.
d. Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pasca Penandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan.
e. Dan berbagai hasil konkret lainnya.
2. Mengenai Board of Peace:
a. Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan.
b. Mengenai biaya USD 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib.
– Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan.
– Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar.
c. Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi
-TIW-”
Baca Juga: Efek 200T ke Bank Himbara, Purbaya Ungkap Penjualan Kendaraan Naik

[…] Prabowo Panggil Eks Menlu, Seskab Teddy Ungkap Hasil Pertemuan […]
[…] Prabowo Panggil Eks Menlu, Seskab Teddy Ungkap Hasil Pertemuan […]