Purbaya Ungkap Tanda Ekonomi RI Membaik: Demo Makin Sepi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memiliki cara sederhana untuk membaca kondisi perekonomian Indonesia. Ia menilai tingkat keterlibatan masyarakat dalam aksi demonstrasi dapat menjadi salah satu gambaran mengenai kepuasan publik terhadap kondisi ekonomi.
Menurut Purbaya, semakin sedikit masyarakat yang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi, semakin besar pula indikasi bahwa kondisi ekonomi mulai membaik.
Ia mencontohkan situasi demonstrasi yang terjadi pada Agustus lalu. Menurutnya, aksi memang tetap berlangsung, tetapi jumlah masyarakat yang terlibat dinilai tidak sebesar aksi pada tahun sebelumnya.
Baca Juga : Usai Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pusing Tapi Hasil Lumayan
“Kemarin Agustus demo juga kan? Ada demo tapi kan enggak sebesar tahun lalu. Itu untuk saya sih, saya melihat sebagai patokan kepuasan masyarakat yang langsung apakah mereka enggak puas sekali apa enggak,” tutur Purbaya di kawasan Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).
Purbaya menilai tingkat partisipasi masyarakat dalam aksi unjuk rasa dapat mencerminkan respons publik terhadap kebijakan pemerintah.
Ia berpendapat, ketika kondisi perekonomian semakin membaik, masyarakat yang merasa terdampak oleh persoalan ekonomi kemungkinan akan semakin sedikit mengambil bagian dalam demonstrasi.
“Hitungan saya sih kalau ekonominya mulai membaik, harusnya masyarakat yang ikut demo lebih sedikit. Apalagi dibanding tahun lalu. Ini kan terlihat kan yang bilang bahwa demonya mahasiswa demo besar, tapi kan masyarakat sedikit yang terlibat,” tegasnya.
Meski demikian, Purbaya mengakui masyarakat sempat menghadapi tekanan ekonomi pada kuartal II 2026. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan transmisi kebijakan fiskal dan moneter yang saat itu belum berjalan secara optimal.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada April-Juni 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.
Purbaya mengatakan kondisi transmisi kebijakan fiskal dan moneter kini mulai mengalami perbaikan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi di tengah masyarakat.
Baca Juga : Purbaya Ungkap Rp 800M per Tahun Cukup Bayar Utang Whoosh
Dengan perkembangan tersebut, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 2026 dapat bergerak menuju level 6% secara tahunan atau year on year (yoy).
“Jadi saya perkirakan sih ketika pertumbuhan yang makin cepat, maka pelan-pelan masyarakat yang menengah, bawah juga akan merasakan dampaknya. Termasuk dampak bertambahnya peredaran uang di sistem perekonomian,” ucap Purbaya.
