Putin Ungkap Alasan Banyak Negara Tertarik Gabung BRICS
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan minat negara-negara di dunia terhadap BRICS terus meningkat seiring berkembangnya kerja sama ekonomi di dalam kelompok tersebut.
Hal itu disampaikan Putin dalam sesi BRICS Outreach/BRICS Plus yang menjadi bagian penutup KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada 13 September 2026.
Menurut Putin, nilai-nilai yang diusung BRICS, termasuk prinsip kemandirian dan penyelesaian persoalan melalui hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi salah satu faktor yang menarik minat banyak negara.
Baca Juga: Enam Kali Reshuffle, Ini Alasan Pengamat tentang Kabinet Prabowo
“Nilai dan cita-cita dasar kami -seperti komitmen terhadap jalur independen serta keinginan menyelesaikan masalah secara kolektif berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB- sangat memikat bagi banyak negara,” ujar Putin di hadapan para pemimpin dunia.
Putin juga memaparkan perkembangan ekonomi BRICS yang menurutnya menunjukkan semakin besarnya peran kelompok tersebut dalam perekonomian global.
Ia menyebut perdagangan antarnegara anggota BRICS telah mencapai 1,2 triliun dollar AS, sementara negara-negara BRICS menyumbang hampir seperempat ekspor global dan 49 persen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia.
Putin menilai BRICS memiliki potensi besar untuk mendorong penguatan multilateralisme serta pembentukan tatanan dunia multipolar.
“Potensi pengembangan BRICS masih jauh dari kata habis,” tegas Putin.
Menurut dia, perbedaan struktur dan spesialisasi ekonomi negara-negara anggota dapat dimanfaatkan untuk membangun rantai produksi baru, mengembangkan teknologi, memperluas layanan, dan membuka pasar baru.
Putin mengatakan negara-negara BRICS juga telah mengembangkan saluran distribusi barang, jasa, dan modal yang memungkinkan aktivitas ekonomi berjalan di tengah tekanan eksternal.
Untuk memperkuat kemandirian ekonomi tersebut, Putin mendorong pembahasan mengenai pembangunan infrastruktur pembayaran, kliring, dan penyelesaian transaksi BRICS.
Baca Juga: Suahasil Bungkam Ditanya Utang Whoosh sampai Danantara
Ia juga mengusulkan pembentukan mekanisme reasuransi serta bursa komoditas pangan atau grain exchange di dalam kelompok BRICS.
Penguatan sistem pembayaran lintas negara juga menjadi salah satu agenda dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi.
Dalam deklarasi KTT, negara-negara BRICS menyepakati untuk melanjutkan pembahasan mengenai solusi pembayaran lintas negara melalui BRICS Payment Task Force, termasuk upaya meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran negara anggota.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kerja sama BRICS tidak hanya diarahkan pada peningkatan perdagangan, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur keuangan yang dapat mendukung transaksi antarnegara anggota.

[…] Putin Ungkap Alasan Banyak Negara Tertarik Gabung BRICS […]