Sudaryono Buka Suara soal Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya angkat bicara mengenai potensi penurunan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini. Menurutnya, pembahasan terkait besaran anggaran belum menjadi prioritas karena BGN saat ini masih berfokus membenahi tata kelola program.
Dalam rapat pimpinan yang digelar pada Senin (27/7/2026), Sudaryono mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
“Untuk terkait anggaran belum kami bahas. Kami lagi sisir semua ya, kami sedang menyisir dapur-dapurnya di mana, geotagging-nya di mana, sekolah-sekolah yang dilayani per dapur itu di mana, sekolah yang dilayani berapa,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat.
BGN Validasi Data Dapur dan Penerima Manfaat MBG
Sudaryono menjelaskan, BGN ingin memiliki data yang akurat mengenai jumlah dapur, sekolah, hingga kelompok penerima manfaat sebelum mengambil keputusan terkait kebutuhan anggaran program.
Baca Juga : Prabowo Dorong Industri Kapal RI, Soroti Dominan Bendera Asing
Menurutnya, validasi tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki angka pasti mengenai cakupan Program Makan Bergizi Gratis.
“Sehingga kita bisa punya exact number (angka pasti) dapurnya berapa, jumlah yang dilayani sekolahnya berapa, dan jumlah siswa yang dilayani berapa, ibu hamil berapa, ibu menyusui berapa, dan balita yang belum sekolah berapa, itu harus clear. Akan kami umumkan,” tegasnya.
Selain melakukan pendataan, BGN juga memprioritaskan validasi penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak.
“Yang berikutnya adalah terkait target penerima manfaat. Yang kami bahas sekarang menjadi fokus kami sekarang ini di minggu-minggu ini adalah yang sudah berjalan itu,” ucapnya.
BGN Janji Tindak Tegas Pelanggaran Program MBG
Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola tidak hanya menyasar data penerima manfaat, tetapi juga pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Ia memastikan setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami sisir dan kami pastikan tidak terjadi pelanggaran, terjadi transparansi, bisa diakses dan lain-lain,” imbuhnya.
Menkeu Akan Bahas Anggaran MBG dengan Sudaryono
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan akan bertemu dengan Sudaryono pada pekan depan untuk membahas kemungkinan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
“Belum, saya nanti ketemu kepala MBG yang baru mungkin minggu depan. Saya lihat seperti apa,” ujar Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, pada 20 Juli 2026, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran MBG diperkirakan menurun seiring perbaikan tata kelola yang dilakukan BGN.
Baca Juga : Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi dengan KSSK serta Plt Gubernur BI
Menurut Agustina, efisiensi anggaran akan berasal dari pembaruan data jumlah penerima manfaat, titik layanan, serta penyesuaian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, ia belum bersedia mengungkapkan besaran anggaran terbaru karena proses evaluasi masih berlangsung.
“Kan otomatis, otomatis tuh nanti eh efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti lah gitu ya. Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas sudah tidak 268 deh, sudah jauh berkurang, tapi angkanya karena saya masih berjalan prosesnya, saya belum bisa sebutkan ya,” kata Agustina di Kompleks Istana.
