Trump Ancam Wapres Venezuela, Dituding Tak Kooperatif
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terbuka terhadap Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Trump menyebut Rodriguez akan membayar “harga yang sangat besar” apabila tidak bersikap kooperatif terhadap Amerika Serikat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS.
Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, yang kemudian dikutip Al Jazeera. Trump mengatakan Rodriguez, yang kini memimpin pemerintahan Venezuela sementara, berpotensi menghadapi konsekuensi lebih berat dibandingkan Maduro jika menolak mengikuti keinginan Washington.
“Jika (Delcy Rodriguez) tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar daripada Maduro,” ungkap Trump.
Baca Juga: Penangkapan Maduro oleh Trump Didukung PM Netanyahu, Ini Alasannya
Trump menanggapi sikap Rodriguez yang menolak intervensi bersenjata Amerika Serikat di Venezuela, sebuah operasi yang berujung pada penangkapan Maduro. Sebelumnya, Trump sempat memuji Rodriguez tak lama setelah penangkapan tersebut, namun situasi berubah ketika sang wapres menyatakan Venezuela akan mempertahankan kendali atas sumber daya alamnya.
Delcy Rodriguez Tegas Tolak Negosiasi dengan AS
Dalam konferensi pers di Caracas setelah penangkapan Maduro, Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu secara langsung bertentangan dengan klaim Trump yang menyebut Caracas masih membuka ruang kerja sama.
Rodriguez tampil dengan sikap tenang di hadapan publik dan menegaskan bahwa Venezuela bukan koloni negara mana pun.
“Rodriguez tampil dengan ketenangan penuh dalam sebuah konferensi pers tak lama setelah pernyataan Trump, sambil menegaskan bahwa Venezuela bukan koloni negara mana pun,” ujar profesor Universitas Bolivarian Venezuela, Chris Gilbert, kepada Al Jazeera.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Kolombia usai Invasi Venezuela dan Tangkap Maduro
Menurut Gilbert, Rodriguez menempatkan legitimasi pemerintahannya pada hubungan erat dengan rakyat dan mandat demokratis. Ia juga menekankan strategi pertahanan nasional yang bertumpu pada aliansi antara militer, rakyat sipil, dan kepolisian, termasuk mobilisasi milisi di berbagai wilayah Venezuela.
Sementara itu, Trump membela keputusannya melakukan penangkapan terhadap Maduro dengan kekuatan militer. Ia menyebut pergantian rezim sebagai langkah yang lebih baik dibandingkan kondisi Venezuela saat ini.
“Anda tahu, membangun kembali di sana dan pergantian rezim, apa pun istilahnya, lebih baik daripada kondisi sekarang. Tidak mungkin lebih buruk lagi,” ujar Trump.
Trump juga mengisyaratkan bahwa negara lain berpotensi menjadi sasaran intervensi Amerika Serikat. Ia bahkan menyinggung Greenland sebagai wilayah yang dianggap penting bagi kepentingan AS.
“Kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja,” pungkas Trump, merujuk pada pulau yang merupakan bagian dari Denmark, anggota NATO.
Baca Juga: Penjualan Mobil Malaysia Tertinggi di ASEAN, Salip Indonesia

[…] Trump Ancam Wapres Venezuela, Dituding Tak Kooperatif […]
[…] Trump Ancam Wapres Venezuela, Dituding Tak Kooperatif […]