Trump Bantah Ada Negosiasi Lanjutan dengan Iran, Nuklir Jadi Hambatan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington berada dalam posisi yang “sangat baik” secara militer maupun finansial, dalam menghadapi Iran. Ia bahkan menggambarkan perang tersebut sebagai “konflik kecil melawan Iran”.
Saat berbicara kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews (Joint Base Andrews), Trump ditanya apakah dirinya telah menghentikan upaya negosiasi dengan Teheran.
“Tidak, bukan berarti kami tidak bernegosiasi—bagaimanapun juga, akan ada penyelesaian nantinya. Hal itu akan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Baca Juga : Ketegangan Naik, Korut Siagakan Senjata Baru untuk Korsel
Ia juga menyebut sebagian besar orang memperkirakan penyelesaian konflik baru akan tercapai setelah pemilihan umum paruh waktu AS. Namun, Trump mengatakan perkembangan selanjutnya masih perlu dilihat.
“Namun, perlu saya katakan, apa yang telah kami lakukan terhadap Iran sungguh luar biasa,” tambahnya.
Di sisi lain, program nuklir Iran masih menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan untuk mengakhiri perang antara AS, Israel, dan Iran. Washington dan Teheran belum mencapai kesepakatan mengenai pengayaan uranium serta masa depan persediaan material nuklir Iran.
Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa “tidak akan ada satu partikel pun uranium yang diperkaya yang akan keluar dari Iran”. Pernyataan tersebut sekaligus menolak tuntutan agar Teheran memindahkan material nuklirnya ke luar negeri.
Sementara itu, pemerintah AS menginginkan Iran memberikan komitmen jangka panjang yang dapat diverifikasi untuk memastikan negara tersebut tidak membangun kembali kemampuan mengembangkan senjata nuklir. Wakil Presiden AS JD Vance juga menyerukan pengurangan besar terhadap kapasitas pengayaan uranium Iran.
Baca Juga : Taiwan Waspadai Beijing Usai China Patroli di Kepulauan Pratas
Nota kesepahaman yang dicapai kedua negara pada Juni mengusulkan penurunan tingkat pengayaan uranium di bawah pengawasan internasional. Meski demikian, sejumlah persoalan penting masih belum disepakati, termasuk jumlah material nuklir yang akan diproses dan tingkat pengayaan yang diizinkan.
Teheran tetap berpendapat bahwa pengayaan uranium merupakan hak mereka berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty). Sebaliknya, Washington menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
