Trump Hapus Tarif Impor dari 4 Negara Latin, Mana Saja?
Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan rencana penghapusan tarif untuk beberapa produk makanan dan impor lainnya dari empat negara Amerika Latin, yakni Argentina, Ekuador, Guatemala, dan El Salvador. Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang menerima fasilitas tarif tersebut.
Keputusan ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan Donald Trump untuk menekan harga kebutuhan pokok yang dinilai terus meningkat. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan penghapusan tarif diharapkan dapat mengurangi harga sejumlah komoditas utama.
“Dengan langkah penghapusan tarif ini, AS berharap akan ada penurunan pada harga kopi, pisang, dan bahan pangan lainnya,” ujar Trump.
Baca Juga: Diskusi Israel Soal Tameng Manusia DIbongkar Inteijen AS
Pemerintah menargetkan perjanjian kerangka kerja akan rampung dalam dua minggu ke depan, dengan beberapa kesepakatan tambahan ditargetkan sebelum akhir tahun.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyebut Washington sedang menyiapkan perjanjian “substansial” untuk menekan biaya hidup, terutama terkait harga pangan impor.
Langkah ini muncul setelah Partai Republik mengalami kekalahan besar dalam pemilihan umum di berbagai negara bagian.
Trump pun mengalihkan fokus pada isu “harga terjangkau” dan menuding kebijakan era Joe Biden sebagai faktor utama kenaikan biaya hidup, meski para ekonom menilai tarif impor era Trump turut berkontribusi atas mahalnya harga barang konsumsi.
Dalam kesepakatan baru tersebut, AS mempertahankan tarif 10 persen untuk sebagian besar barang dari Argentina, Guatemala, dan El Salvador, negara dengan surplus perdagangan moderat.
Sementara itu, Ekuador diberikan tarif 15 persen yang menimbulkan defisit perdagangan bagi AS. Namun tarif untuk produk tertentu yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti kopi dan pisang, akan dihapus sepenuhnya.
Seorang pejabat AS menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan kombinasi antara perlindungan ekonomi nasional dan upaya mengurangi tekanan harga.
“Kami membuka pasar luar negeri dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata dia.
Kesepakatan tersebut serupa dengan perjanjian yang sebelumnya dibuat dengan sejumlah negara Asia pada Oktober lalu, yang mencakup penghapusan tarif untuk produk pertanian dan industri AS serta komitmen tidak mengenakan pajak layanan digital kepada perusahaan-perusahaan AS.
Baca Juga: Bos Judol Lintas Negara Diekstradisi ke China
