Trump Heran Jutaan Warga Iran Hadiri Pemakaman Khamenei
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku terkejut melihat besarnya antusiasme warga Iran dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Trump mengatakan dirinya semula mengira Khamenei tidak memiliki dukungan luas dari masyarakat Iran.
Dalam wawancara dengan Axios yang dikutip ANI News, Sabtu (4/7/2026), Trump bahkan meragukan ketulusan kesedihan sebagian pelayat yang hadir.
“Mungkin itu air mata palsu,” tutur Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika jutaan warga Iran memadati kompleks Grand Mosalla di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Para pelayat mengenakan pakaian hitam, membawa foto Khamenei dan penerusnya, mengibarkan bendera Iran, serta meneriakkan berbagai slogan.
Sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, juga terlihat menghadiri prosesi tersebut.
Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 meninggal dunia dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Serangan itu kemudian memicu konflik yang berlangsung selama beberapa bulan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Antre 10 Jam, Ribuan Warga Iran Berkumpul untuk Hormati Khamenei
Trump Kembali Singgung Iran di Tengah Prosesi Pemakaman
Dalam wawancara yang sama, Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait kepemimpinan Iran.
Ia mengklaim para petinggi Iran yang hadir dalam seremoni di Teheran berada dalam satu lokasi yang sama dan berpotensi menjadi sasaran serangan.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan dan kami bisa menghabisi mereka semua. Tetapi kami tidak akan melakukan itu karena nanti tidak ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi,” jelasTrump.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses perundingan antara Washington dan Teheran untuk sementara dihentikan selama rangkaian pemakaman berlangsung.
Menurut dia, kedua pihak sepakat tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi selama masa penghormatan terakhir bagi Khamenei.
Sebelumnya, Trump juga menyebut Amerika Serikat memberikan waktu satu pekan bagi Iran untuk menyelenggarakan pemakaman tersebut.
Baca Juga: Trump Bantu Iran Cegah Ancaman Israel dari Balik Layar
Pemakaman Khamenei Berlangsung Sepekan
Berbeda dengan tradisi Islam yang umumnya mengutamakan pemakaman sesegera mungkin, prosesi pemakaman Khamenei baru dimulai pada 4 Juli 2026 setelah sempat tertunda akibat kondisi perang.
Rangkaian penghormatan diawali di Teheran sebelum dilanjutkan ke Kota Qom.
Jenazah kemudian dijadwalkan dibawa ke kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala, sebelum kembali ke Iran untuk prosesi penutupan di Mashhad.
Khamenei dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli 2026 di Mashhad, kota kelahirannya yang berada di timur laut Iran.
Di tengah rangkaian prosesi tersebut, putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, belum terlihat di hadapan publik.
Menurut laporan The New York Times yang dikutip The National, aparat keamanan Iran menolak permintaan Mojtaba untuk menghadiri pemakaman karena alasan keselamatan.
Pejabat Iran khawatir keberadaannya dapat dilacak atau menjadi sasaran serangan.
Perwakilan Khamenei di India, Ayatollah Hakim Elahi, mengatakan kehadiran Mojtaba dalam prosesi pemakaman dinilai terlalu berisiko di tengah situasi keamanan yang masih sensitif.

[…] Trump Heran Jutaan Warga Iran Hadiri Pemakaman Khamenei […]