Trump Janjikan Bantuan Rp 89 Juta Jika Republik Menang Pemilu Sela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjanjikan bantuan uang kepada masyarakat menjelang pemilihan paruh waktu atau pemilu sela yang akan digelar pada November 2026.
Trump mengatakan, warga AS dewasa akan mendapatkan cek senilai 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 89,4 juta jika Partai Republik memenangkan pemilu sela.
Janji tersebut disampaikan Trump melalui video yang diunggahnya di platform Truth Social pada Sabtu (3/10/2026).
“Jika Partai Demokrat menang, Anda akan mengalami depresi ekonomi, seperti tahun 1929. Jika Partai Republik menang, Anda masing-masing akan memiliki 5.000 dollar AS di saku Anda,” ujar Trump.
Janji pemberian cek 5.000 dollar AS pertama kali disampaikan Trump dalam konvensi paruh waktu Partai Republik pada September 2026.
Namun, rencana tersebut diperkirakan menghadapi hambatan di Kongres dan berisiko meningkatkan inflasi.
Baca Juga: Proyek Data Center BDX Jatiluhur Disetop, Rosan Akan Temui Pemprov Jabar
Pasalnya, terdapat sekitar 270 juta warga AS berusia 18 tahun ke atas, dengan sebagian besar di antaranya merupakan warga negara AS.
Jika masing-masing warga mendapatkan 5.000 dollar AS, pemerintah AS harus mengeluarkan dana lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 17.888 triliun.
Lansia Dapat Bantuan 90 Dollar AS
Selain janji cek 5.000 dollar AS, Trump juga mengumumkan bantuan sebesar 90 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 juta kepada lebih dari 20 juta lansia di AS.
Dalam unggahan di Truth Social pada Jumat (2/10/2026) malam, Trump mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk membantu penerima membayar premi Medicare Bagian B.
Berdasarkan lembar fakta yang dirilis Pusat Layanan Medicare dan Medicaid pada Sabtu (3/10/2026), dana bantuan tersebut berasal dari Dana Peningkatan Medicare.
Dana tersebut merupakan kumpulan dana yang dibentuk Kongres untuk membantu membiayai peningkatan program Medicare, yakni program asuransi kesehatan federal bagi warga berusia 65 tahun ke atas serta orang muda penyandang disabilitas.
Sebagian besar penerima manfaat yang memenuhi syarat akan menerima bantuan tersebut pada 8 Oktober 2026 melalui setoran langsung, menurut lembar fakta tersebut, dikutip dari The Wall Street Journal.
Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari sejumlah janji finansial Trump menjelang pemilu sela.
Pemerintahan Trump sebelumnya juga mulai mengirimkan cek senilai 500 dollar AS kepada hampir 1 juta orang yang disebut membayar biaya berlebihan berdasarkan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act).
Trump juga baru-baru ini mempromosikan cek “dividen prajurit” senilai 1.776 dollar AS bagi anggota dinas aktif sebagai penghormatan terhadap tahun ketika koloni-koloni AS mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris Raya.
Serangkaian janji tersebut disampaikan ketika Partai Republik menghadapi tantangan berat menjelang pemilu sela.
Baca Juga: Donald Trump Ubah Istilah AI Jadi Super Intelligence
Jajak pendapat The Wall Street Journal baru-baru ini menunjukkan tingkat kepercayaan pemilih terhadap Trump menurun.
Hanya 37 persen warga AS yang menyetujui kinerja Trump, menjadi tingkat persetujuan terendah bagi presiden mana pun menjelang pemilu sela dalam jajak pendapat tersebut sejak 1990.
Pengumuman terbaru Trump pun mendapat kritik dari Senator Ron Wyden dari Partai Demokrat yang berasal dari Oregon dan merupakan anggota terkemuka Komite Keuangan Senat.
“Upaya putus asa lain dari seorang presiden yang gagal untuk menghindari rasa jijik rakyat Amerika terhadap agenda gagalnya, yang sama saja dengan satu tangki bensin yang diisi gas oleh Trump,” ujarnya.
