Trump Keberatan Google Investasi AI Rp 265 Triliun di Finlandia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Google mempertimbangkan kembali rencana investasi besar-besaran perusahaan tersebut di Finlandia untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Trump keberatan Google memilih Finlandia sebagai lokasi pembangunan pusat data dan infrastruktur digital yang akan mendukung pengembangan AI.
“Google baru-baru ini menyatakan ingin membangun fasilitas berskala besar di Finlandia, semata-mata karena mereka merasa proses perizinan di Amerika Serikat terlalu sulit. Saya tidak senang dengan hal ini dan ingin mereka mengubah pandangan mereka,” kata Trump melalui media sosial pada Senin (14/9/2026), seperti dikutip AFP.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika ia menolak dorongan untuk memperketat regulasi AI di AS.
Baca Juga: Aturan di China Diperketat, Warga Bisa Dilarang Keluar Negeri
Google Siapkan Investasi Rp 265 Triliun
Google pada pekan lalu mengumumkan rencana investasi sedikitnya 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 265 triliun di Finlandia.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data dan infrastruktur digital guna mendukung pengembangan AI Google.
Perusahaan teknologi asal AS itu menyebut investasi tersebut sebagai investasi tunggal terbesar yang pernah dilakukannya di Eropa.
Google saat ini telah memiliki fasilitas di bekas pabrik kertas di Hamina, pesisir selatan Finlandia, yang diakuisisi pada 2009.
Investasi baru tersebut mencakup tambahan modal untuk fasilitas di Hamina serta sejumlah lokasi lainnya guna mendukung layanan Google, termasuk Gemini, Search, Maps, dan YouTube.
Selain membangun pusat data, Google berencana mendanai tambahan kapasitas energi, peningkatan jaringan listrik, serta sejumlah program untuk menjaga keterjangkauan energi.
Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Menurut The Wall Street Journal, proyek tersebut diperkirakan memberikan dampak ekonomi besar bagi Finlandia.
Selama tahap awal pembangunan, proyek Google diperkirakan menopang lebih dari 37.000 lapangan kerja.
Setelah beroperasi dalam jangka panjang, fasilitas tersebut diproyeksikan mempertahankan sekitar 7.000 pekerjaan.
Investasi tersebut juga menjadi keuntungan diplomatik bagi Presiden Finlandia Alexander Stubb.
Untuk memenuhi kebutuhan energi pusat data, Google telah menandatangani perjanjian pembelian listrik dengan sejumlah pemasok energi angin di Finlandia.
Google juga berencana memasang baterai baru yang terhubung dengan jaringan listrik Finlandia untuk membantu menyeimbangkan beban dan menjaga stabilitas harga.
Perusahaan utilitas Finlandia Fortum turut mengumumkan kesepakatan pasokan listrik selama 22 tahun yang memungkinkan perpanjangan operasi fasilitas nuklir Loviisa.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Google akan membeli 50 persen produksi listrik fasilitas nuklir itu untuk periode 2030 hingga 2049.
Baca Juga: Purbaya Tak Mau Jadi Menteri Lagi setelah Dicopot Prabowo
Trump Sebut AI Bakal Jadi Mesin Ekonomi Terbesar
Di tengah keberatannya terhadap rencana investasi Google di Finlandia, Trump tetap menegaskan pentingnya pengembangan AI dan pusat data.
“AI dan Pusat Data akan menjadi Mesin Pembangunan Ekonomi Terbesar dalam Sejarah – Lebih Besar dari Minyak, Emas, Berlian, atau bahkan Internet,” kata Trump.
Ia juga menolak pandangan bahwa perkembangan AI dapat mengancam keberlangsungan manusia.
“AI yang mengambil alih Dunia, menghancurkan Kemanusiaan, dan segala hal buruk lainnya, adalah HOAX,” ujar Trump melalui Truth Social.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah sejumlah bos teknologi menyerukan penghentian sementara atau perlambatan pengembangan AI karena dikhawatirkan dapat mengancam peradaban manusia.
